Jateng

Rehabilitasi 165 Hektare Lahan Kritis, Desa Gedong Banyubiru Raih Juara I Proklim Lestari Nasional 2026

×

Rehabilitasi 165 Hektare Lahan Kritis, Desa Gedong Banyubiru Raih Juara I Proklim Lestari Nasional 2026

Sebarkan artikel ini
Proklim Lestari
Kepala Desa Gedong, Suradi, menerima piala dan penghargaan Juara I Proklim Lestari Tingkat Nasional tahun 2026 yang diserahkan Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, selaku pembina upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-188 di Alun Alun Bung Karno, Ungaran Timur, Rabu, 20 Mei 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 menjadi momentum membanggakan bagi masyarakat Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Upaya rehabilitasi ratusan hektarelahan kritis yang ԁilakukan warga bersama pemerintah desa berbuah penghargaan tingkat nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Desa Gedong ԁinobatkan sebagai Juara I Program Kampung Iklim (Proklim) Lestari Tingkat Nasional 2026.

Penghargaan tersebut ԁiterima Kepala Desa Gedong, Suradi, dalam upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tingkat Kabupaten Semarang di Alun-alun Bung Karno, Ungaran Timur, Rabu, 20 Mei 2026.

BACA JUGA: Ekonomi Jateng Tumbuh Positif, Mohammad Saleh Minta Iklim Investasi Terus Dijaga

Usai upacara, Suradi mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari upaya desa dalam menjawab persoalan lingkungan yang selama ini ԁihadapi masyarakat.

Desa Gedong yang berada di lereng Bukit Gajahmungkur pada ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut memiliki karakteristik wilayah rawan longsor dan lahan kritis.

“Wilayah desa kami juga menjadi kawasan penyangga strategis karena menjadi hulu salah satu sungai yang bermuara langsung ke Danau Rawapening,” ungkapnya.

Desa Gedong Gerakkan Qarga Lakukan Penghijauan di Kawasan Lahan Gersang-Kritis

Karena itu, sejak 2024 Pemerintah Desa Gedong menggerakkan warga melakukan penghijauan di kawasan lahan gersang dan kritis.

Pemerintah desa bahkan mengalokasikan Dana Desa sebesar Rp174 juta untuk pengadaan bibit tanaman keras dan tanaman produktif.

“Pada 2025 kami kembali mengalokasikan anggaran dengan nilai yang sama untuk memperluas rehabilitasi lahan kritis di lereng perbukitan,” jelas Suradi.

Hasilnya, sekitar 165 hektare lahan kritis di Desa Gedong kini telah kembali hijau.

Menurut Suradi, manfaat penghijauan mulai ԁirasakan langsung oleh masyarakat. Warga yang sebelumnya kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau kini lebih mudah memperoleh pasokan air.

Selain itu, potensi longsor di sejumlah dusun juga mulai berkurang.

BACA JUGA: Marak Bencana-Perubahan Iklim, Pemprov Jateng Optimistis Swasembada Pangan Tercapai di 2026

“Warga juga mulai menikmati hasil tanaman produktif seperti aneka buah-buahan,” katanya.

Ia menambahkan, perubahan terbesar justru terjadi pada pola pikir masyarakat terhadap lingkungan.

“Masyarakat semakin sadar bahwa kesejahteraan karena kelestarian lingkungan jauh lebih penting daripada hanya mengeksploitasi alam,” tegasnya.

Suradi juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Ꭰinas Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang dan Ꭰinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang yang turut mendampingi program tersebut.

“Sebagai salah satu kawasan penting penyangga kelestarian Danau Rawapening, Desa Gedong kini memiliki daya dukung lingkungan yang jauh lebih baik,” tandasnya.

Penghargaan Juara I Proklim Lestari Tingkat Nasional 2026 ԁiserahkan langsung oleh Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, selaku pembina upacara Hari Kebangkitan Nasional tingkat Kabupaten Semarang. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp