SEMARANG, beritajateng.tv – Demi menghindari kemacetan dan kecelakaan saat arus balik lebaran 2024, Korlantas Polri telah melakukan persiapan rekayasa arus balik 2024 di sejumlah titik rawan.
Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan menjelaskan terkait rekayasa arus balik 2024 yakni one way, contraflow, dan ganjil genap. One way akan diberlakukan dari KM 414 Kalikangkung sampai KM 72 Jakarta-Cikampek. Sementara itu, contraflow sampai KM 47. Terakhir, ganjil genap dari KM 414-0 di Jakarta-Cikampek.
Tidak hanya itu, Korlantas Polri akan melakukan penindakan terhadap truk 3 sumbu atau lebih yang masih nekat beroperasi selama masa arus balik lebaran 2024.
“Penindakan akan kita fokuskan pada kendaraan yang akan menyeberang ke Bakauheni atau sebaliknya. Selain itu, kendaraan yang melewati jalur TransJawa atau arteri Pantura,” katanya melalui laman resmi Kemenhub RI pada Kamis, 11 April 2024.
BACA JUGA: Puncak Arus Balik 2024, Waspadai Tanggal-Tanggal Ini
Terkait evaluasi pelaksanaan contraflow, Irjen Aan menyebut kebijakan rekayasa arus balik 2024 tersebut sejatinya masih sangat urgent untuk diterapkan. Apalagi saat jumlah kendaraan yang padat. Hal tersebut mengacu pada hasil rapat, kajian, dan meminta pendapat ahli.
Namun demikian, Korlantas Polri mengupayakan sejumlah perbaikan dalam pelaksanaan contraflow pada arus balik. Hal tersebut bertujuan demi keamanan dan keselamatan bagi para pemudik.
Untuk mewujudkan hal tersebut, pihak kepolisian akan memberikan reflektor di dua bagian jalan, menempatkan petugas di setiap median jalan, hingga menyiapkan safety car untuk pengawalan guna menjaga kecepatan kendaraan yang melintas. Adapun kecepatan maksimal kendaraan hanya 60 km/jam.
Rekayasa arus balik 2024, skenarionya juga terjadi di pelabuhan
Sementara itu, skenario yang telah Korlantas Polri siapkan agar mengurai kepadatan pemudik di pelabuhan yakni menyiapkan buffer zone untuk menerapkan delaying sistem.
“Di buffer zone itu nanti ada screening tiket. Jadi, tidak ada calon penumpang yang tidak bertiket masuk ke pelabuhan. Kalau masih ada, kita akan putar balik kembali ke buffer zone terdekat,” ujar Irjen Aan.
Sebagai tambahan informasi, menurut Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan, tingkat kecelakaan lalu lintas secara nasional mengalami penurunan sebesar 12 persen dari 1793 kasus menjadi 1581 kasus.
Kemudian untuk fatalitas korban meninggal dunia juga turun 0,04 persen, luka berat ada kenaikan 19 persen, dan luka ringan turun sebesar 18 persen. Data tersebut menunjukkan penurunan apabila dibandingkan masa operasi arus mudik tahun 2023 lalu. (*).





