Jateng

Rentetan Kasus Kekerasan Seksual Libatkan Pendidik Agama, Gus Yasin Siapkan Pencegahan di Pesantren

×

Rentetan Kasus Kekerasan Seksual Libatkan Pendidik Agama, Gus Yasin Siapkan Pencegahan di Pesantren

Sebarkan artikel ini
Kekerasan Seksual
Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin, saat beritajateng.tv jumpai di Horison Ultima Sentraland Simpang Lima, Kota Semarang, Kamis, 21 Mei 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Ia menegaskan, korban tidak boleh kehilangan masa depan akibat peristiwa yang ԁialaminya.

“Tetapi tugas kita tidak kalah penting adalah mendampingi korban-korban itu untuk terus menatap ke depan. Hidup mereka masih panjang, itu yang harus kita petakan,” sambung Gus Yasin.

Gus Yasin Sebut Pencegahan Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan Perlu Diperkuat

Lebih jauh, Gus Yasin menilai persoalan kekerasan seksual bukan hanya terjadi di Jawa Tengah. Menurutnya, berbagai daerah juga menghadapi persoalan serupa sehingga membutuhkan langkah pencegahan yang lebih kuat.

Ia mengaku sempat berdiskusi dengan sejumlah pihak dari daerah lain terkait pola penguatan pengawasan di lingkungan pendidikan, termasuk pondok pesantren.

“Permasalahan-permasalahan ini bukan hanya di Jawa Tengah ya, permasalahan-permasalahan ini banyak. Kemarin kita sharing juga dengan kawan-kawan dari Jawa Timur, dari DKI Jakarta dan lain sebagainya, ayo kita tata nih,” kata ԁia.

Menurutnya, sistem pengawasan sebenarnya telah tersedia, namun langkah pencegahan masih perlu ԁiperkuat agar kasus serupa tidak kembali terulang.

“Jadi sudah ada satgasnya sebenarnya, akan tetapi pencegahannya yang harus kita kuatkan,” ujar Gus Yasin.

BACA JUGA: Viral Mahasiswa Undip Diduga Pelaku Kekerasan Seksual, Korban Lebih dari 11 Orang

Ia menilai penguatan pencegahan juga perlu menyasar para siswa agar memiliki pemahaman ketika menghadapi situasi yang mengarah pada kekerasan seksual.

“Sehingga ketika ada oknum-oknum, karena kita enggak mungkin bicara semua itu bersih, kemungkinan itu ada di lembaga-lembaga itu yang harus kita kuatkan. Mengantisipasinya, bagaimana anak-anak ini bisa menolak, caranya bagaimana? Nah, ini yang harus kita kuatkan,” lanjutnya.

Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana mengundang pondok pesantren maupun lembaga pendidikan lainnya untuk membahas penguatan sistem pencegahan kekerasan seksual.

Menurut Gus Yasin, langkah tersebut bertujuan memperkuat antisipasi agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

“Insyaallah, Pemprov Jawa Tengah saat ini mengagendakan akan mengundang pondok-pondok pesantren atau lembaga-lembaga yang lain untuk penguatan itu, untuk pencegahannya supaya tidak terjadi lagi,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi