“Jembatan Gantung Girpasang ini Alhamdulillah bukan hanya berfungsi sebagai penghubung, tetapi juga sudah mulai mampu menarik wisatawan. Momentum ini perlu dimaksimalkan dengan membangun wilayah sekitar agar menjadi tempat wisata yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat lokal,” paparnya.
Puan meminta Pemerintah Daerah melibatkan masyarakat sekitar agar menjadi pelaku aktif dalam pengembangan pariwisata di daerah lereng Gunung Merapi itu. Bisa dalam bentuk membangun dan mengelola tempat makan-minum yang memanfaatkan keindahan pemandangan di lokasi tersebut.
“Bahkan bisa juga dengan mendirikan tempat-tempat penginapan yang bernuansa alam, sehingga di sini bisa menjadi salah satu tempat green tourism atau wisata yang ramah lingkungan,” ujar Puan.
Dengan dibangkitkannya kegiatan wisata alam di wilayah Tegalmulyo, diharapkan ada peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar. Puan juga meminta masyarakat agar selalu menjaga Jembatan Gantung Girpasang.
“Mari kita jadikan peresmian Jembatan Gantung Girpasang sebagai momentum untuk membangkitkan kesejahteraan masyarakat Desa Girpasang, dan menjadi contoh bagi daerah-daerah lain yang masih memiliki wilayah terisolir,” tutur Cucu Proklamator Bung Karno itu.
Puan pun menandatangani prasasti Jembatan Gantung Girpasang. Usai peresmian, ia juga mengantar warga Dusun Girpasang dengan menyusuri jembatan sepanjang 120 meter di tengah rintik hujan.
Warga yang berjalan kaki bersama Puan, mengucapkan terima kasih. Sebab berkat adanya jembatan itu, mereka tidak lagi harus berjalan kaki turun naik jurang untuk menuju kota.
Di Dusun Girpasang, Puan menyambangi rumah tetua kampung bernama Panto. Di sana, Puan berdialog bersama warga penghuni desa tersebut.
“Jaga jembatannya. Patuhi aturan agar tidak membahayakan. Misalnya kapasitas jembatan 50 orang, ya patuhi. Apalagi jembatan ini banyak dikunjungi wisatawan,” pesan Puan.
Sementara itu, Panto sebagai orang yang dihormati di Dusun Girpasang mendoakan agar Puan selalu sehat dan sukses dalam menjalankan tugas.





