Adapun para korban dirujuk ke tujuh rumah sakit berbeda. Di RSUD Kudus, tercatat 28 orang dirawat, terdiri dari enam siswa laki-laki, 22 siswa perempuan, serta satu karyawan CS. Di Rumah Sakit Mardi Rahayu (RSMR), sebanyak 22 siswa , dengan rincian enam laki-laki dan 16 perempuan.
BACA JUGA: Target Penerima Manfaat MBG 82,9 Juta, Kopdes Jadi Tulang Punggung Pasokan Pangan
Selanjutnya, Rumah Sakit Sarkies Aisyiyah merawat 19 siswa, terdiri dari lima laki-laki dan 14 perempuan. Rumah Sakit Islam (RSI) Kudus menerima 14 pasien, yakni tiga laki-laki dan 11 perempuan. Rumah Sakit Kristen Sinar Kasih (RSKS) merawat 13 siswa, terdiri dari empat laki-laki dan sembilan perempuan.
Sementara itu, Rumah Sakit Kartika Husada menangani sembilan siswa, dengan rincian dua laki-laki dan tujuh perempuan. Rumah Sakit Aisyiyah Kudus juga merawat 13 siswa, terdiri dari empat laki-laki dan sembilan perempuan.
Hingga kini, jumlah korban keracunan massal masih terus di perbarui.
Menanggapi peristiwa tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin mengatakan pemerintah provinsi akan segera melakukan pengecekan dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
“Nanti kita akan cek. Biasanya itu langsung kita cek. Kita lihat bagaimana penanganannya, lalu kita evaluasi MBG-nya,” ujar Gus Yasin saat beritajateng.tv temui di PO Hotel, Kota Semarang, Kamis, 29 Januari 2026.
BACA JUGA: SPPG Miroto Resmi Beroperasi, 861 Siswa SMP Terima Paket MBG Perdana
Ia menegaskan, evaluasi akan terfokuskan untuk menelusuri sumber permasalahan, mulai dari proses pengolahan makanan hingga tahap distribusi.
“Sehingga nanti bisa kita tentukan permasalahannya di mana, apakah dari hulunya, masaknya, atau dari distribusinya,” katanya.
Gus Yasin memastikan pemerintah provinsi akan segera menindaklanjuti kejadian tersebut guna mencegah kasus serupa terulang di kemudian hari.
“Nanti akan dicek,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





