Jateng

Respons Ratusan Siswa Keracunan MBG di Kudus, Komisi E DPRD Jateng: Kami Tak Pernah Diajak Kerja Sama

×

Respons Ratusan Siswa Keracunan MBG di Kudus, Komisi E DPRD Jateng: Kami Tak Pernah Diajak Kerja Sama

Sebarkan artikel ini
komisi e dprd jateng
Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Messy Widiastuti, usai rapat paripurna di Gedung Berlian, Kota Semarang, Senin, 2 Februari 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Merespons keracunan MBG ratusan siswa di SMAN 2 Kudus pekan lalu, Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah mengaku tak pernah dilibatkan maupun digandeng kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah terkait.

Hal itu Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Messy Widiastuti, sampaikan usai rapat paripurna di Gedung Berlian, Kota Semarang, Senin, 2 Februari 2026.

“Anda tahu enggak kalau kita itu tidak pernah diajak kerja sama, oke?,” ujar Messy saat dimintai respons perihal keracunan MBG di SMAN 2 Kudus.

Politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu menyayangkan SPPG di wilayah yang bersangkutan tidak pernah melibatkan DPRD, khususnya Komisi E, dalam proses pengawasan dan koordinasi program. Namun, ketika terjadi persoalan di lapangan, seluruh pihak teknis justru menjadi sasaran evaluasi dan kemarahan publik.

“Kita itu enggak pernah kerja sama sama sekali. Tapi kalau ada keracunan, Dinas Kesehatan, Puskesmas, semua kena marah,” pungkas Messy.

BACA JUGA: Masih Banyak Guru Honorer, Komisi E DPRD Jateng soal Pegawai Dapur MBG jadi ASN: Tidak Bijak

Sebelumnya, ratusan siswa SMA Negeri 2 Kudus mengalami keracunan massal usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis, 29 Januari 2026. Hingga Kamis, 29 Januari 2026 sore, total korban keracunan tercatat mencapai 117 orang dan masuk ke sejumlah rumah sakit di Kabupaten Kudus.

Sebagai informasi, jumlah keseluruhan siswa SMA Negeri 2 Kudus tercatat sebanyak 1.178 orang. Terdiri atas 466 siswa laki-laki dan 712 siswa perempuan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 117 orang harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit akibat dugaan keracunan MBG.

Rinciannya, korban laki-laki berjumlah 30 orang, sementara korban perempuan mencapai 87 orang. Selain siswa, satu orang karyawan cleaning service (CS) juga turut menjadi korban dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Adapun para korban dirujuk ke tujuh rumah sakit berbeda. Di RSUD Kudus, tercatat 28 orang dirawat, terdiri dari enam siswa laki-laki, 22 siswa perempuan, serta satu karyawan CS. Di Rumah Sakit Mardi Rahayu (RSMR), sebanyak 22 siswa , dengan rincian enam laki-laki dan 16 perempuan.

BACA JUGA: Target Penerima Manfaat MBG 82,9 Juta, Kopdes Jadi Tulang Punggung Pasokan Pangan

Selanjutnya, Rumah Sakit Sarkies Aisyiyah merawat 19 siswa, terdiri dari lima laki-laki dan 14 perempuan. Rumah Sakit Islam (RSI) Kudus menerima 14 pasien, yakni tiga laki-laki dan 11 perempuan. Rumah Sakit Kristen Sinar Kasih (RSKS) merawat 13 siswa, terdiri dari empat laki-laki dan sembilan perempuan.

Sementara itu, Rumah Sakit Kartika Husada menangani sembilan siswa, dengan rincian dua laki-laki dan tujuh perempuan. Rumah Sakit Aisyiyah Kudus juga merawat 13 siswa, terdiri dari empat laki-laki dan sembilan perempuan.

Hingga kini, jumlah korban keracunan massal masih terus di perbarui.

Menanggapi peristiwa tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin mengatakan pemerintah provinsi akan segera melakukan pengecekan dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.

“Nanti kita akan cek. Biasanya itu langsung kita cek. Kita lihat bagaimana penanganannya, lalu kita evaluasi MBG-nya,” ujar Gus Yasin saat beritajateng.tv temui di PO Hotel, Kota Semarang, Kamis, 29 Januari 2026.

BACA JUGA: SPPG Miroto Resmi Beroperasi, 861 Siswa SMP Terima Paket MBG Perdana

Ia menegaskan, evaluasi akan terfokuskan untuk menelusuri sumber permasalahan, mulai dari proses pengolahan makanan hingga tahap distribusi.

“Sehingga nanti bisa kita tentukan permasalahannya di mana, apakah dari hulunya, masaknya, atau dari distribusinya,” katanya.

Gus Yasin memastikan pemerintah provinsi akan segera menindaklanjuti kejadian tersebut guna mencegah kasus serupa terulang di kemudian hari.

“Nanti akan dicek,” pungkasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp