Jateng

Revitalisasi Kawasan Pecinan Mulai Dikerjakan, Telan Anggaran Rp 8,3 Miliar

×

Revitalisasi Kawasan Pecinan Mulai Dikerjakan, Telan Anggaran Rp 8,3 Miliar

Sebarkan artikel ini
Revitalisasi Kawasan Pecinan Mulai Dikerjakan, Telan Anggaran Rp 8,3 Miliar
Kepala Disperkim Kota Semarang, Yudi Wibowo meninjau Tay Kak Sie dan revitalisasi kawasan Pecinan. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mulai melakukan revitalisasi kawasan Pecinan tahap pertama yang meliputi pengerjaan ruas jalan Pekojan hingga ke Tay Kak Sie.

Rencananya, proyek yang menelan anggaran Rp 8,3 miliar ini akan berfokus pada perbaikan jalan, pedestrian hingga drainase di beberapa ruas jalan di kawasan Pecinan.

Kepala Bidang Permukiman, Irawan Ilham Prajamukti mengatakan, revitalisasi kawasan mulai dengan SPK (Surat Perintah Kerja) per tanggal 16 Agustus 2024 dengan nilai pagu Rp. 8,3 miliar.

BACA JUGA: Revitalisasi Kawasan Pecinan, Pemkot Semarang Fokuskan Benahi Tay Kak Sie dan Gapura

“Kami saat ini bertahap menyelesaikan pengerjaan di ruas jalan pekojan. Kemudian kami juga mengerjakan beberapa ruas jalan lingkungan. Antara lain di gang Gambiran, gang Mangkok, ada juga beberapa titik di gang cilik dan pedesterian seberang kelenteng Tay Kak Sie,” ujar Irawan.

Pengerjaan jalan Pekojan meliputi perbaikan jalan, saluran dan pedestrian, sedangkan untuk di Tay Kak Sie meliputi pedestrian, taman dan beberapa lampu dengan ornamen khas Cina.

Kemudian, lanjut Irawan, ada beberapa ruas jalan lingkungan yang dikerjakan, seperti gang Gambiran, gang Pasar baru dan gang Cilik. “Itu jalan, saluran drainasenya kita benahi,” imbuh dia.

Irawan menyebut, ada beberapa konsep penataan kawasan Pecinan. Bahkan beberapa titik juga makin lengkap dengan furnitur seperti lampu ornamen, PJU, namun tetap menitikberatkan pada pedestrian, jalan dan drainase.

Ornamen Khas Pecinan

“Ornamen lebih pada ke tutup mainhole, ada beberapa titik lampu bernuansa Cina. Yang penting kawasan tertata dulu baru kita beranjak ke sarpras lain seperti tong sampah dan lain sebagainya,” jelasnya.

Terkait kawasan Pecinan yang merupakan wilayah crowded dengan berbagai aktivitas pertokoannya. Irawan mengakui jika komunikasi telah terjalin dengan pemangku wilayah, pemilik toko, hingga pemilik utilitas.

“Alhamdulillah pemilik utilitas mereka terbuka dan mendukung. Warga juga mendukung, hanya satu atau dua permintaan warga yang meminta akses masuk gang mereka dan sudah diakomodir,” paparnya.

“Harapannya bisa berjalan lancar, saluran lancar dan jalanan menjadi lebih baik, jadi saat ini kami bertahap melakukan pembenahan di Pekojan. Karena memang di sana sentra usaha jadi kami tidak bisa menutup mata,” kata dia.

Dinas Perumahan dan Permukiman menargetkan revitalisasi kawasan Pecinan bisa selesai pada akhir tahun 2024 ini. “Harapannya masyarakat paham bahwa Pemerintah Kota Semarang, dalam hal ini bu Walikota berusaha menata sebaik mungkin kawasan Semarang Lama. Di mana pecinan ini merupakan bagian dari Semarang Lama,” imbuh dia. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp