Jateng

Ribuan Hektare Lahan Padi Terdampak Banjir, Distanbun Jateng Belum Dapat Tentukan ‘Puso’

×

Ribuan Hektare Lahan Padi Terdampak Banjir, Distanbun Jateng Belum Dapat Tentukan ‘Puso’

Sebarkan artikel ini
Banjir Sawah Besar | Wilayah Hujan
Warga Sawah Besar Semarang terdampak banjir yang cukup tinggi, Kamis, 14 Maret 2024. (Yovita/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sebanyak 4.381 hektare lahan padi di Kabupaten Grobogan terdampak akibat banjir. Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah mengungkap, umur padi yang terdampak di Grobogan itu 5 hingga 100 hari setelah tanam (HST).

Tak hanya itu, data yang beritajateng.tv terima dari Kepala Distanbun Jateng, Supriyanto pada Senin, 18 Maret 2024 malam, sebanyak 152 hektare lahan komoditas jagung juga terdampak di Grobogan.

“Komoditas bawang merah juga terdampak, lahan yang terkena banjir (di Grobogan) seluas 84 hektare,” ujar Supriyanto dalam data tersebut.

Selain Grobogan, wilayah lainnya seperti Pati, Demak, Kudus, dan Jepara yang berada di pesisir utara Jawa Tengah juga terdampak. Di Kabupaten Demak, Supriyanto mengungkap 1.621 hektare lahan padi tergenang akibat banjir.

“Di Demak lahan padi yang terdampak 1.621 Ha, umur padinya 10 sampai 90 HST. Sementara lahan bawang merah yang terdampak 765,76 Ha,” sambungnya.

BACA JUGA: Pemkot Semarang Gerak Cepat Lakukan Penanganan Pasca Banjir

Berlanjut ke arah timur Demak, petani di Kabupaten Kudus diduga juga mengalami kerugian. Pasalnya, sebanyak 2.776 hektare lahan padi dengan umur 10 hingga 90 HST harus terdampak akibat banjir yang hingga kini masih belum surut.

Berbagai komoditas lainnya di Kudus, seperti melon dan cabai, juga tergenang banjir.

“Ada 63 hektare lahan melon dan 4 (empat) hektare lahan cabai yang terdampak di Kudus,” bebernya.

Sementara itu di Jepara, lanjut Supriyanto, seluas 1.989 hektare lahan padi dengan umur 30 hingga 80 HST tergenang akibat banjir.

Kabupaten Pati terdampak paling parah

Data tersebut menampilkan luas lahan yang terdampak banjir tanggal 14 hingga 15 Maret 2024. Dari 5 (lima) wilayah dalam data itu, Kabupaten Pati terdampak paling parah. Supriyanto mengungkap, sebanyak 6.931 hektare lahan padi di Pati tergenang akibat banjir.

“Di Pati ada 6.961,4 hektare lahan padi yang terdampak, dengan umur padi 10 sampai 80 HST. Ada juga lahan jagung dengan luas 153,1 hektare tergenang di Pati,” ujarnya.

Menurut keterangannya, data itu masih akan terus berjalan, mengingat banjir yang belum surut di wilayah tersebut. Lebih lanjut, pihaknya belum bisa membeberkan puso atau kerusakan tanaman milik petani akibat banjir.

BACA JUGA: Tanggul Jebol Sebabkan Banjir di Demak dan Jepara, Pj Gubernur Jateng Dorong Evaluasi

Intensitas hujan tinggi, menurut Supriyanto, menjadi salah satu penyebab banjir yang berdampak pada lahan pertanian di pesisir utara Jawa Tengah.

“Selain itu ada sungai yang tidak bisa menampung air dan tanggul Sungai Lusi yang jebol lagi. Upaya saat ini kami melakukan pendataan dan fasilitasi sarana penanganan banjir,” tandasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp