Percakapan publik paling banyak menyoroti transparansi anggaran, pencegahan korupsi, penanganan kasus keracunan makanan, hingga penertiban Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah.
Neni menilai kepemimpinan Kepala BGN, Sudaryono, memperoleh respons positif karena membuka ruang komunikasi publik di tengah berbagai persoalan yang program MBG hadapi. Langkah cepat menangani kasus keracunan, melakukan inspeksi lapangan, menutup SPPG yang bermasalah, serta penegasan bahwa ia maupun keluarganya tidak memiliki SPPG ternilai meningkatkan kepercayaan masyarakat.
“Pemulihan institusi BGN harus terlaksana melalui transparansi dan akuntabilitas. Terutama dalam penegakan hukum, penyampaian kondisi riil di lapangan, serta hasil investigasi kasus keracunan. Hal itu yang mendapatkan apresiasi dari masyarakat,” kata Neni.
BACA JUGA: Zulhas Blak-blakan Usul Sudaryono Pimpin BGN: Masih Muda, Target Bereskan Masalah MBG Dua Bulan
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kepercayaan publik masih bersifat sementara. Masyarakat ternilai masih berada pada posisi wait and see, sehingga ketidaksesuaian antara komunikasi pemerintah dan kondisi di lapangan berpotensi memicu kembali sentimen negatif.
Karena itu, DIR menyarankan BGN memperkuat komunikasi publik, khususnya melalui platform Instagram dan TikTok yang menjadi pusat percakapan mengenai MBG. Menurut Neni, penyebaran narasi positif harus tetap terdukung fakta di lapangan agar kepercayaan publik dapat dipertahankan.
DIR menyimpulkan, ruang pemulihan reputasi BGN mulai terbuka setelah pergantian kepemimpinan. Namun, peluang tersebut harus terikuti pembenahan tata kelola secara berkelanjutan agar kepercayaan publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis terus meningkat. (*)
Editor: Farah Nazila





