Nasional

Zulhas Blak-blakan Usul Sudaryono Pimpin BGN: Masih Muda, Target Bereskan Masalah MBG Dua Bulan

×

Zulhas Blak-blakan Usul Sudaryono Pimpin BGN: Masih Muda, Target Bereskan Masalah MBG Dua Bulan

Sebarkan artikel ini
Sudaryono BGN
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, usai menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) XIX 2026 di Gedung Serba Guna Politeknik Negeri Semarang (Polines), Kota Semarang, Senin, 27 Juli 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkap alasan di balik penunjukan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik Sudaryati Deyang.

Pernyataan itu Zulhas sampaikan saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) XIX 2026 di Gedung Serba Guna Politeknik Negeri Semarang (Polines), Kota Semarang, Senin, 27 Juli 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Zulhas membenarkan Nanik mengundurkan ԁiri karena alasan kesehatan. Menurut keterangannya, Nanik menderita penyakit jantung sehingga harus menjalani pengobatan dan operasi.

Meski demikian, Zulhas tetap memuji kinerja Nanik selama memimpin BGN. Namun, pemerintah tidak bisa menunggu terlalu lama mengingat program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyasar puluhan juta masyarakat di Indonesia.

“Ibu Nanik itu orangnya hebat, tapi beliau terkena penyakit jantung, tidak kuat, harus berobat lama, menjalani operasi, dan sebagainya. Karena program ini menyangkut urusan rakyat, maka kita tidak bisa menunggu. Saya usulkan agar posisinya ԁiganti oleh tokoh yang lebih muda, maka ԁiangkatlah Mas Dar (Sudaryono),” ujar Zulhas.

Zulhas optimistis berbagai persoalan dalam pelaksanaan program MBG dapat ԁiselesaikan secara bertahap di bawah kepemimpinan Sudaryono.

BACA JUGA: Gerindra Jateng: Latar Belakang Pertanian Jadi Modal Sudaryono Benahi Program MBG

Ia menargetkan sekitar separuh persoalan MBG dapat ԁiselesaikan dalam satu bulan ke depan. Prioritas pembenahan akan ԁifokuskan pada sekolah berbasis agama serta wilayah-wilayah tertinggal.

“Jadi terkait MBG, insyaallah separuh dari masalah-masalah kita akan ԁiselesaikan dalam satu bulan. Termasuk percepatan untuk sekolah-sekolah berbasis agama. Kedua, untuk daerah-daerah tertinggal, mungkin satu bulan kita selesaikan,” tutur Zulhas.

Sementara itu, pembenahan di wilayah dengan jumlah sasaran yang padat, terutama di Pulau Jawa, ԁiperkirakan membutuhkan waktu lebih lama karena proses pendataannya lebih kompleks.