“Ketika pencari nafkah dalam sebuah keluarga mengalami risiko, yang kita lindungi bukan hanya hari ini. Anak tetap harus sekolah, keluarga harus tetap memiliki kesempatan untuk bangkit, dan masa depan harus tetap berjalan,” ujarnya.
Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan mulai mendorong konsep Value Beyond Protection. Perlindungan tidak berhenti ketika peserta atau ahli waris menerima manfaat.
Salah satu implementasinya melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA). Program tersebut melakukan soft launching secara serentak pada 18 Agustus 2026 di 37 provinsi dan 45 titik.
Program PEKA di arahkan agar penerima manfaat, termasuk peserta dan ahli waris, memiliki kesempatan untuk kembali produktif dan membangun kemandirian ekonomi.
“Perlindungan tidak boleh berhenti ketika manfaat terbayarkan. Kita ingin pekerja dan keluarganya dapat kembali bangkit, produktif, dan mandiri. Itulah semangat Value Beyond Protection,” tutur Saiful.
Media Di dorong Bantu Perluas Perlindungan
BPJS Ketenagakerjaan juga memperkuat komunikasi dengan media untuk memperluas kesadaran pekerja terhadap pentingnya perlindungan.
Saiful mengatakan media tidak hanya berperan menyampaikan informasi mengenai program BPJS Ketenagakerjaan. Media juga dapat membantu masyarakat memahami bahwa risiko kerja bisa terjadi kepada siapa saja.
“Media memiliki kekuatan untuk membuat masyarakat melihat bahwa risiko yang diberitakan bukan sesuatu yang jauh. Itu bisa terjadi kepada siapa saja,” katanya.
Menurut Saiful, pemberitaan yang mampu menghubungkan sebuah peristiwa dengan kehidupan pembaca dapat mendorong munculnya kesadaran.
Ketika pekerja mulai bertanya mengenai kondisi keluarganya apabila risiko serupa terjadi, menurut dia, komunikasi mengenai jaminan sosial telah menghasilkan dampak.
BPJS Ketenagakerjaan juga membutuhkan masukan media mengenai kondisi pekerja di lapangan. Masukan itu penting untuk mengetahui kelompok pekerja yang masih rentan dan belum mendapatkan perlindungan.
“Kami tidak hanya membutuhkan media untuk memberitakan apa yang kami lakukan. Kami juga ingin mendengar dari media tentang apa yang terjadi di lapangan, siapa yang belum terlindungi. Kelompok pekerja mana yang masih rentan, dan apa yang harus kami perbaiki,” ujar Saiful.





