Jateng

Rumah Arwah Tionghoa di Pecinan Semarang, Tradisi Menjaga Kehidupan Mereka yang Telah Pergi

×

Rumah Arwah Tionghoa di Pecinan Semarang, Tradisi Menjaga Kehidupan Mereka yang Telah Pergi

Sebarkan artikel ini
Rumah Arwah Semarang
Pengrajin rumah arwah, Ong Bing Hok, saat menunjukkan bentuk rumah arwah yang akan dikirim, Sabtu, 7 Februari 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

Tak jarang warga atau pemesan datang langsung, berbincang sambil menyaksikan Ong Bing Hok dan asistennya merakit rumah dengan tangan-tangan terampil yang telah terasah puluhan tahun.

Meski zaman terus berubah, Ong Bing Hok yakin tradisi rumah arwah tak akan pernah benar-benar hilang. “Tradisi kebudayaan ini bisa berkurang atau bertambah, tapi tidak bisa hilang. Ini sudah mengakar,” ucapnya mantap.

Kini, ia berharap generasi berikutnya tetap mau meneruskan warisan ini, agar rumah-rumah untuk mereka yang telah pergi tetap berdiri, setidaknya dalam doa, kertas, dan bambu, di tengah denyut Pecinan Semarang. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp