Jateng

Safari Ramadan di Karangayu, Agustina Ajak Warga Sukseskan MTQ Nasional 2026

×

Safari Ramadan di Karangayu, Agustina Ajak Warga Sukseskan MTQ Nasional 2026

Sebarkan artikel ini
Safari Ramadan di Karangayu, Agustina Ajak Warga Sukseskan MTQ Nasional 2026
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menghadiri Safari Ramadan di Karangayu. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng melanjutkan safari Ramadan dengan menghadiri buka puasa bersama warga di Masjid Nurul Huda, Kelurahan Karangayu, Kecamatan Semarang Barat, Minggu, 22 Februari 2026.

Meski hujan turun sejak sore, ratusan warga tetap memadati area masjid untuk bersilaturahmi dan berdialog langsung dengan kepala daerahnya.

Agustina menyebut momentum buka puasa bersama bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi ruang komunikasi yang lebih hangat antara pemerintah dan masyarakat.

BACA JUGA: Kota Semarang Bersiap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI 2026

“Buka puasa bersama ini menjadi ruang silaturahmi yang hangat. Kita bisa ngobrol, saling menguatkan, dan memastikan program pemerintah benar-benar sampai ke masyarakat,” ujar Agustina.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak warga memperkuat kebersamaan sekaligus bersiap menyambut agenda besar: Kota Semarang akan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional 2026.

Menurutnya, menjadi tuan rumah tidak hanya soal kesiapan teknis acara, tetapi juga kesiapan mental dan karakter masyarakat.

“Menjadi tuan rumah bukan hanya soal kesiapan acara, tetapi juga kesiapan kota dan karakter warganya. Kebersihan, ketertiban, dan keramahan adalah wajah Kota Semarang,” tegasnya.

Distribusi 20.000 mushaf Al-Qur’an

Sebagai bagian dari penguatan nilai spiritual masyarakat, Pemerintah Kota Semarang menerima distribusi 20.000 mushaf Al-Qur’an terjemahan. Dari jumlah tersebut, 1.000 mushaf Pemkot serahkan untuk Masjid Nurul Huda dan akan mereka bagikan kepada jamaah.

Agustina menilai langkah ini sejalan dengan upaya mendorong literasi keagamaan dan pembinaan generasi muda berbasis masjid dan komunitas.

“Kami ingin masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembelajaran dan pembinaan generasi muda,” katanya.

Prioritas drainase dan pengendalian banjir

Dalam dialog bersama warga, Agustina juga menyoroti persoalan infrastruktur, khususnya drainase di wilayah Semarang Barat. Ia menjelaskan kawasan tersebut merupakan jalur limpasan air dari daerah atas sehingga membutuhkan sistem saluran yang kuat dan terintegrasi.