Moechjidien menjelaskan, salah satu karya tersohor RA Kartini yaitu buku Habis Gelap Terbitlah Terang ternyata bersumber dari terjemahan Al-quran berbahasa Jawa pertama di Indonesia.
Saat itu, RA Kartini yang tak berpuas diri dalam belajar Al-quran, meminta KH Sholeh Darat untuk menerjemahkan Al-quran ke dalam bahasa Jawa.
BACA JUGA: Tengok Sejarah dari Sudut Berbeda, Mengunjungi Makam Kehormatan Belanda ‘Ereveld’ di Kota Semarang
“Hasil dari tulisan terjemahan Al-quran itu di Belanda akhirnya setelah terkumpul jadi buku Habis Gelap Terbitlah Terang,” terang Moechjidien.
“Dengan memperkenalkan itu, harapannya anak-anak mengenal RA Kartini bukan dari pakaiannya, tapi dari ajaran-ajaran RA Kartini yang bersumber dari Sholeh Darat,“ tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





