Menurut Glory, peningkatan ini dipicu aktivitas rumah tangga selama Lebaran, terutama kegiatan memasak yang lebih intens karena kunjungan keluarga.
“Komposisi sampah di dominasi jenis organik. Ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas memasak selama Lebaran,” ujarnya.
Sementara itu, timbulan sampah dari fasilitas umum cenderung stabil. Kenaikan hanya terjadi di titik-titik dengan mobilitas tinggi seperti stasiun dan terminal.
Di Stasiun Semarang Tawang, misalnya, volume sampah meningkat seiring lonjakan jumlah penumpang selama arus mudik dan balik. Meski demikian, pengelolaan di kawasan tersebut tetap dalam pemantauan khusus untuk memastikan kebersihan tetap terjaga. (*)
Editor: Elly Amaliyah





