Sedangkan berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). Angka prevalensi stunting Kota Semarang tahun 2022 menurun menjadi 10,40 persen dari tahun 2021 sebesar 21,3 persen. Untuk data tahun 2023 baru akan keluar di bulan April 2024.
Penurunan Angka Stunting
Pencapaian penurunan angka stunting ini tidak terlepas dari semangat Bergerak Bersama antara pemerintah dengan seluruh stakeholder di Kota Semarang.
Berbagai upaya Pemkot lakukan, mulai dari Pemberian Makanan Tambahan Lokal, Rumah Gizi Pelangi Nusantara. Dan Day care Rumah Pelita (Penanganan Stunting Lintas Sektor Bagi Baduta).
Inovasi lain yakni, melalui CEMPAKA atau Cegah Stunting Bersama Pengusaha di Kota Semarang. Ada pula kelas ibu balita dan kelas ibu hamil melalui program ROBERTO CARLOS (Intervensi Promotif Ibu Hamil Serta Mentorship untuk Cegah Anemia dan Kurang Energi Kronis).
Termasuk program pendampingan calon pengantin melalui program TUGU MUDA (Calon Pengantin Bugar Produktif Menuju Keluarga Idaman). Edukasi dan Aksi Bergizi di lingkungan sekolah melalui program PITERPAN (Pelayanan Dan Edukasi Kesehatan Terpadu Pelajar Kota Semarang).
Penanganan stunting dengan melibatkan milenial dalam penanganan stunting melalui program MELON MUSK. (Milenial bergerak bersama Menuntaskan Stunting di Kota Semarang).
“Serangkaian inovasi dan upaya tersebut harapannya dapat terus menekan angka stunting menuju zero stunting di akhir 2024,” sebutnya.
Laju Pertumbuhan Ekonomi Meningkat
Tak hanya itu, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Semarang terus mengalami peningkatan. Bahkan, Semarang berada di atas LPE Jawa Tengah bahkan Nasional.
Pertumbuhan ekonomi ini juga sejalan dengan peningkatan investasi di Kota Semarang. Di mana nilai investasi tahun 2023 mencapai Rp 27,2 triliun, berhasil melebihi target sebesar Rp 25,6 triliun atau naik 105,92 persen.
“Alhamdulillah, kerja keras, kebersamaan dan kesengkuyungan semua pihak membuahkan hasil. Dengan penghargaan tingkat nasional dan regional selama tahun 2023,” katanya.
Yang paling membanggakan, lanjut Mbak Ita, Penghargaan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah terbaik se-Indonesia. Dengan Status Kinerja Tinggi berdasarkan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD).





