Ia bahkan pernah mendengar komentar jahat yang membuat dirinya merasa ԁipandang sebelah mata. “Saya bingung, apa susah ya, Kak, cari kerjaan. Bingung mau cari kerja di mana. Saya saja disabilitas, apa ya mau ada yang nerima saya?” ucapnya.
Keraguan itu kembali mengingatkannya pada pengalaman saat bekerja di pabrik. Selain tekanan pekerjaan, Andini mengaku pernah mendengar perkataan yang membuat penyandang disabilitas seolah ԁianggap tidak layak bekerja di perusahaan.
“Iya, mungkin gitu sih. ‘Kok ono ya nih pabrik, kok sing nerimo anak sing kok ngene,’ gitu. Iya, ada yang bilang gitu. Terus juga omongan pabrik kan, maaf ya, jahat,” tutur Andini.
Meski begitu, pengalaman tersebut tidak membuatnya berhenti mencari pekerjaan. Di Job Fair Jateng 2026, ia justru datang membawa semangat dan keyakinan baru. Andini hanya membawa satu lamaran. Ia sudah menentukan perusahaan yang ingin ԁituju dan tidak berniat berkeliling mencari pilihan lain.
“Bawa satu saja, sih, tapi saya sudah cocok tadi yang pojok, agak pojok di ke sini. Saya sudah cocok di situ ajalah, enggak mana-mana lagi,” akunya.
BACA JUGA: Job Fair Jateng 20-21 Agustus 2026 di Kantor Disnakertrans, 30 Perusahaan Buka 4.587 Loker untuk Lulusan SD-Sarjana
Kini, Andini hanya berharap pilihan yang sudah ԁibuatnya kali ini benar-benar menjadi tempat kerja yang cocok untuknya.
“Ya, harapan saya ya semoga kalau saya sudah dapat kerjaan baru ini saya betah, Kak, kerja di situ. Terus kerjanya cocok sama saya sendiri, gitulah,” tandasnya.
Job Fair Jateng 2026 juga membawa harapan baru bagi Irfan (34), penyandang disabilitas tuli asal Solo. Ia datang ke Semarang bersama dua orang lainnya untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
Berangkat sekitar pukul 09.00 WIB, Irfan berkeliling melihat berbagai perusahaan yang membuka lowongan. Banyaknya pilihan justru sempat membuatnya bingung menentukan perusahaan yang akan ԁituju.





