Jateng

“Saya Saja Disabilitas, Apa Ada yang Mau Terima Saya?” Kisah Dua Difabel Mencari Kerja di Job Fair Jateng 2026

×

“Saya Saja Disabilitas, Apa Ada yang Mau Terima Saya?” Kisah Dua Difabel Mencari Kerja di Job Fair Jateng 2026

Sebarkan artikel ini
Disabilitas Kerja
Pencari kerja di Jateng Job Fair 2026 berdiri di depan salah satu stan perusahaan yang menerima pekerja disabilitas, Kantor Disnakertrans Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis, 20 Agustus 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Disabilitas tak menghalangi semangat Andini Widyawati (26) untuk mencari kerja demi menyambung hidup.

Warga Jatingaleh, Kota Semarang, itu hanya membawa satu berkas lamaran kerja. Ia sudah mantap memilih satu perusahaan yang membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas di Job Fair Jateng 2026.

Di antara puluhan perusahaan yang membuka lowongan, Andini memilih sebuah perusahaan manufaktur garmen yang berada di bagian ujung area pameran.

Sebenarnya, Andini masih kebingungan menentukan tempat kerja yang ingin ԁituju. Ia sempat berkeliling melihat berbagai lowongan yang tersedia. Namun, setelah menemukan perusahaan yang ԁianggap sesuai, pilihannya langsung jatuh ke sana.

“Masih bingung saya mau cari kerja di mana. Tapi saya sudah yakin dengan diri saya. Tadi sudah muter-muter, saya nemu perusahaan yang paling ujung. Saya sudah cocok, dari jam kerjanya, daerahnya juga,” tutur Andini.

Bukan tanpa alasan Andini memilih perusahaan tersebut. Ia memang memiliki keterampilan menjahit dan ingin kembali bekerja di bidang yang sama.

Pengalaman bekerja di pabrik garmen di Ungaran pernah ia rasakan. Namun, pekerjaan itu hanya bertahan dua hari. Target produksi dan tuntutan untuk bekerja cepat membuat Andini merasa tidak nyaman. Ia akhirnya memilih mengundurkan diri.

“Penginnya jahit, punya skill jahit. Tapi kan di pabrik kerjanya kejar target ya. Saya pernah di pabrik, dua hari, terus berhenti. Karena ԁisuruh cepat, ‘Kamu kerja bisa cepat enggak?’” tuturnya.

BACA JUGA: Penyandang Disabilitas di Semarang Dapat Pelatihan Kerja Servis HP Gratis, Langsung Dibekali Modal Usaha

Pengalaman itu meninggalkan kenangan yang buruk bagi Andini. Ia mengaku pernah ԁitegur mandor hingga membuat air matanya menetes saat bekerja.

Di sisi lain, ada persoalan lain yang ikut ԁipikirkannya. Andini tidak memungkinkan tinggal sendiri di sebuah indekos karena hal itu bakal membuat orang tuanya khawatir. Sementara itu, jam kerja yang panjang juga membuatnya harus mempertimbangkan akses transportasi umum dari Kota Semarang ke Ungaran.