SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang memiliki keinginan besar agar Festival Gedongsongo bisa berkolaborasi dengan artis papan atas nasional.
Sehingga, agenda budaya dan pariwisata tahunan Kabupaten Semarang itu bisa menjadi salah satu agenda berskala nasional yang bisa menjadi rujukan wisatawan lokal maupun mancanegara.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Wiwin Sulistyowati, mengatakan, pihaknya berupaya mendorong agar Festival Gedongsongo bisa menjadi agenda budaya dan pariwisata nasional terus dilakukan.
BACA JUGA: Makin Mudah dan Praktis, Bayar Tiket di 5 Destinasi Wisata Kabupaten Semarang Ini Kini Bisa via QRIS
Salah satunya dengan mengupayakan pesta lampion pada Festival Gedongsongo lolos kurasi kalender event pariwisata nasional oleh Kementerian Pariwisata.
Sukses penyelenggaraan pesta lampion kedua yang mampu menyedot lebih banyak pengunjung juga menjadi salah satu evaluasi untuk penyelenggaraan yang lebih besar ke depan.
Hanya saja, lanjut Wiwin memang ada beberapa batasan yang harus diperhitungkan untuk menjadikan agenda budaya dan patiwisata daerah ini menjadi lebih besar.
Penyelenggaraan Festival Gedongsongo harus pertimbangkan banyak hal
Ia mencontohkan untuk penyelenggaraan Festival Gedongsongo harus mempertimbangkan banyak hal. Di antaranya, luas venue serta lokasinya yang merupakan kawasan situs cagar budaya.
Sehingga, intensitas suara atau kebisingan maksimal hanya 60 desibel (dB) untuk jarak minimal 60 hingga 70 meter dari lokasi bangunan candi.
Kemudian, untuk pesta lampion kurasinya juga sampai Otoritas Bandar Udara (OBU) III Juanda, Surabaya. Hal itu guna mengantisipasi risiko gangguan penerbangan.
Lalu, izin dari Kementerian Ristek pun melalui kurasi sendiri. “Artinya, sampai serigit itu semua kurasinya agar kegiatan ini bisa terselenggara,” ucapnya.
BACA JUGA: Meriahnya Pesta Lampion di Festival Gedongsongo 2025, Bupati Semarang: Dongkrak Wisata-Budaya
Menurut Wiwin, ini bukan sebuah dilema. “Namun untuk bisa menggelar sebuah acara yang besar ada batasan-batasan yang harus kita patuhi. Sebab, Gedongsongo ini merupakan cagar budaya,” tegasnya.





