Politik

Sebut Pelaksanaan Pilpres 2024 Buruk, Ganjar: Jangan Sampai Dikloning di Pilkada

×

Sebut Pelaksanaan Pilpres 2024 Buruk, Ganjar: Jangan Sampai Dikloning di Pilkada

Sebarkan artikel ini
Ganjar Gibran | Ganjar Undangan | Ganjar Pilkada
Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo saat memberikan keterangan di kawasan Gondangdia, Jakarta, Kamis, 21 Maret 2024. (ant)

JAKARTA, beritajateng.tv – Ganjar Pranowo, calon presiden nomor urut 3, mengungkapkan harapannya agar Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang ia nilai buruk tidak terulang pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 mendatang.

Ganjar pun menyoroti pentingnya menjaga integritas sistem dalam konteks Pilkada yang akan segera berlangsung.

Ia menyampaikan keprihatinannya terhadap potensi terulangnya sistem yang tidak benar dari Pemilu ke Pilkada, yang membuat sang pemenang terlihat sebelum pelaksanaan pemilihan yang sebenarnya.

BACA JUGA: Baru Terima 4 Pendaftar Pilwalkot, PDIP Semarang: Petahana Belum, Daftar Silakan, Tidak Tak Masalah

“Karena sebentar lagi kita mau pilkada, jangan sampai sistem yang tidak benar dikloning di Pilkada dan kemudian pemenangnya sudah diketahui sampai hari ini,” ujar Ganjar di Jakarta Pusat, Senin, 6 Mei 2024 malam.

Ganjar menekankan bahwa kualitas penyelenggaraan Pemilu memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan demokrasi.

Jika pemenang sudah bisa terprediksi sebelum pelaksanaan pemilihan, menurutnya hal ini dapat mengancam kemajuan demokrasi dan menghasilkan kemunduran yang merugikan.

BACA JUGA: Ketua Kadin Arnaz Andrarasmara Ambil Formulir Pendaftaran Walikota di DPC PDIP Kota Semarang

“Kita tidak ingin melihat demokrasi mundur akibat kesalahan sistem. Oleh karena itu, perbaikan sistem pemilu harus menjadi prioritas kita bersama,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ganjar menyoroti penyelesaian sengketa terkait Pilpres 2024 oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Meskipun proses tersebut telah berakhir, Ganjar menegaskan bahwa putusan MK memberikan pelajaran penting bagi penyelenggaraan pemilu di masa depan.

“Yang ada adalah cerita sebuah proses politik yang sampai titik akhirnya kemarin ada di MK. Semua sudah bisa melihat bagaimana keputusan-keputusan yang diberikan termasuk dissenting yang ada. Tugas kita adalah melakukan pembelajaran,” terangnya.

BACA JUGA: DPC PDIP Eks Karesidenan Banyumas Dukung Bambang Pacul Maju Pilgub Jateng: Beliau Guru Kehidupan

Sebagai informasi, Pilkada serentak 2024 akan berlangsung di 37 provinsi dan 508 kabupaten/kota pada 27 November 2024. Pendaftaran pasangan calon kepala daerah akan buka pada 27-29 Agustus 2024. (*)