SEMARANG, beritajateng.tv – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Bambang ‘Pacul’ Wuryanto mengaku bahwa ia dilarikan ke rumah sakit lantaran kekalahan Paslon 03 Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Jawa Tengah.
“Orang kalah itu sakit, saya mengalami kemarin. Apa masuk RS Pak Pacul? Masuk, true story,” ujar Bambang Pacul dalam Podcast ‘Close The Door’ milik Deddy Corbuzier pada Rabu, 8 Mei 2024.
Pihaknya pun membenarkan alasan Bambang Pacul masuk ke rumah sakit akibat kekalahan Ganjar-Mahfud di kandang sendiri.
Bambang Pacul menyebut, kondisinya memburuk usai melihat hasil quick count di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah atau Panti Marhaen pada Rabu, 14 Februari 2024 malam.
Usai mencoblos bersama dengan keluarganya, ia mengaku langsung bertolak ke Kota Semarang untuk menyimak hasil quick count.
“Waktu itu saya coblos di TPS bersama keluarga. Setelah selesai, saya langsung ke Semarang di Panti Marhaen melihat quick count. Sebelum itu ‘degg’, aku lihat exit poll dulu. Ngelihat quick count ‘duh’,” aku Bambang Pacul sembari menepuk jidat.
Bambang Pacul tak menyebut secara spesifik tanggal dan waktu ia masuk rumah sakit.
“Setelah dua malam tidak kuat, saya minta antar ke RS, (minta) masuk RS jangan difoto ya. Disuntik biar tidur dulu, disuruh istirahat sama dokter,” akunya.
BACA JUGA: DPC PDIP Eks Karesidenan Banyumas Dukung Bambang Pacul Maju Pilgub Jateng: Beliau Guru Kehidupan
Usai bermalam di rumah sakit, ia merasa lebih baik setelah dokter beri vitamin. Menariknya, ia mengira akan ada pemasangan ring jantung dalam tubuhnya. Namun menurut dokter, Bambang Pacul hanya perlu istirahat.
Sebulan setelah hari H pencoblosan, Bambang Pacul memastikan hasil perolehan suara Ganjar-Mahfud di Jawa Tengah rontok.
Atas kekalahan itu, Bambang Pacul pun langsung meminta pasukannya untuk berkumpul di Panti Marhaen, Kota Semarang.
“Setelah 12 Maret, saya pastikan Jateng rontok, terpukul saya. Saya ditemani Hj Sumanto dan Eko Susilo. Saya bilang, ‘kumpulkan pasukan hari Jum’at setelah makan siang’,” akunya.
Kendati hari H pencoblosan atau Pilpres 2024 telah berakhir, Bambang Pacul kukuh mengumpulkan pasukan tempurnya.
Selain untuk memberikan semangat, ia juga mengajak anak buahnya untuk menganalisis alasan mengapa Jateng bisa kalah dari Paslon 02, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.
“Saya bilang panggilkan saja, aku mau sampaikan. Aku khawatir mereka patah semangat,” terangnya.
Tegaskan kekalahan Ganjar di Jawa Tengah bukan kecurangan
Lebih lanjut, Bambang Pacul juga menegaskan kekalahan Ganjar-Mahfud di Jawa Tengah bukan karena kecurangan.
“Bukan (kecurangan) lah Pak, memang kalah saja. Penyebab kalahnya apa aku sudah tahu, siapa kira-kira ahli strateginya saya juga tahu,“ terangnya.
BACA JUGA: Dorong Jadi Calon Gubernur, PDIP Demak Siap Menangkan Bambang Pacul di Pilgub Jateng 2024
Menariknya, persiapan pasukan yang Bambang Pacul lawan dalam Pilpres 2024 kali ini sudah berlangsung dari 3 (tiga) tahun sebelumnya.
“Saya pastikan pasukan yang ditata ini lebih dari tiga tahun dan terkoordinasi, persiapannya sudah 3 tahun,” jelasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





