Politik

Sebut Pilkada di Jateng Bakal Lebih Rawan Daripada Pilpres, Nana Sudjana: Apalagi Kalau Hanya 2 Paslon

×

Sebut Pilkada di Jateng Bakal Lebih Rawan Daripada Pilpres, Nana Sudjana: Apalagi Kalau Hanya 2 Paslon

Sebarkan artikel ini
Pilkada Pilpres
Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, usai menghadiri Rakor Pemantapan Isu-isu Strategis Jelang Pilkada di Front One HK Resort, Kota Semarang, Rabu, 24 Juni 2024. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, menyebut Pilkada 2024 bakalan lebih rawan ketimbang Pilpres pada Februari lalu.

Terlebih, kata Nana, bila dalam suatu kabupaten/kota hanya ada dua pasangan calon (paslon) yang berlaga.

Hal itu Nana sampaikan saat memberi sambutan pada Rakor Pemantapan Isu-isu Strategis Jelang Pilkada di Front One HK Resort, Kota Semarang, Rabu, 24 Juni 2024.

“Bahwa Pilpres itu sebenernya kerawanannya lebih ringan daripada Pilkada. Artinya, Pilkada itu lebih rawan ketimbang Pilpres,” ujar Nana.

Bahkan, dalam sambutannya itu, Nana menyebut melawan kotak kosong dalam Pilkada ialah paling aman dan minim kerawanan.

BACA JUGA: Sebut Jadi Bupati Butuh Modal 70 M, Komisi A Ungkap 3 Nama Anggota DPRD Jawa Tengah Maju Pilkada

“Melawan kotak kosong itu akan lebih mudah,” uacp Nana.

Usai menghadiri acara, Nana mempertegas kembali pernyataannya bahwa kerawanan akan terjadi di Pilkada 2024 mendatang.

Ia mengungkap, suatu daerah akan lebih rawan jika hanya dua paslon yang berlaga ketimbang dengan daerah lainnya yang ada lima paslon.

“Ketika hanya dua paslon ini berbeda dengan yang ada lima paslon. Karena [para pendukung] mereka [di daerah dengan 2 paslon] akan terkotak-kotak,” jelasnya.

Partisipasi pemilih Pilkada mesti lebih tinggi ketimbang Pilpres

Dalam kesempatan itu pula Nana menyinggung partisipasi masyarakat yang harus tinggi dalam Pilkada, seperti pada Pilpres 2024 lalu.

Menurut keterangannya, partisipasi masyarakat menjadi satu dari empat poin indikator suksesnya Pilkada.

“Tahun kemarin ketika Pilpres, kita narget 80 persen [pemilih]. Alhamdullilah karena antusiasme kami dan penyelenggara cukup tinggi, pelaksanaan bisa 82,6 persen,” klaimnya.

Dalam hematnya, Pilpres pada Februari 2024 lalu di Jawa Tengah beriklim kondusif. Yang mana, kata Nana, ia ingin hal itu juga berlaku dalam Pilkada serentak pada November 2024 mendatang.

BACA JUGA: Video Viral Ratusan Kades di Pati Deklarasi Dukung Sudewo dan Ahmad Luthfi di Pilkada

“Indikator selanjutnya adalah roda pemerintahan tidak terganggu. Berjalan sebagaimana layaknya, pelayanan harus berjalan baik,” sambung Nana.

Lebih lanjut, Nana pun mengaku akan berkoordinasi dengan partai politik (parpol) di Jawa Tengah. Utamanya, dalam hal menertibkan partisipannya pada saat kampanye Pilkada 2024 nanti.

“Kami yakin dan koordinasi dengan parpol. Pada saatnya kami akan melakukan pendekatan pada paslon, agar mereka mampu mengendalikan partisipannya,” tandas Nana. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp