Menjelang malam hari, lanjut Syifaul, suhu dingin terpengaruh oleh radiasi bumi yang dengan sangat cepat dilepaskan. Hal itu menyebabkan udara akan lebih cepat dingin.
“Kondisi ini normal. Kemungkinan tiga hari ke depan masih sama. Cuaca pagi dan siang cerah. Kalau sore awal malam prediksinya cerah dan potensi hujan skala kecil. Untuk secara umum potensi hujan ringannya berada di pegunungan tengah,” ucapnya.
BACA JUGA: Cuaca Semarang Panas Menyengat di Awal Ramadhan, Begini Kata BMKG
Mengatasi hal ini, ia mengimbau warga Jateng untuk berhati-hati saat beraktivitas di siang hari. Risiko dehidrasi, sebaiknya warga yang berada di luar ruangan lebih banyak minum air putih untuk menjaga kondisi kesehatan.
“Terus saat berkendara malam hari memakai perlengkapan seperti jaket karena suhunya lebih dingin lagi. Puncak kemarau akan terjadi Juli hingga Agustus. Kemudian bulan Oktober dan November wilayah kita sudah masuki peralihan ke musim hujan,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





