Sementara itu, Panitia Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 SMP Negeri 2 Ungaran telah mengembalikan uang titipan pengadaan seragam kepada sekitar 50 orang tua atau wali murid baru.
Kepala SMP Negeri 2 Ungaran, Sarbun Hadi Sugiarto, menjelaskan sekolah sebenarnya tidak pernah menyelenggarakan pengadaan seragam maupun bahan seragam. Hal itu sebagaimana đť–˝iatur dalam PP Nomor 17 Tahun 2010.
Namun, beberapa orang tua murid baru sebelumnya meminta bantuan kepada panitia SPMB untuk membantu pengadaan seragam sekolah bagi anak-anak mereka.
Karena niat membantu, salah seorang panitia akhirnya menerima titipan uang dari sejumlah orang tua.
“Sudah saya konfirmasi dan memang penjelasannya seperti itu. Akhirnya hari ini saya perintahkan seluruh uang titipan tersebut 𝖽ikembalikan karena sekolah memang tidak memfasilitasi pengadaan seragam,” jelas Sarbun.
BACA JUGA:Â Sekolah Rakyat Resmi Diluncurkan, Siswa Bakal Dapat Laptop dan Seragam Gratis!
Ia menyebut jumlah orang tua yang menitipkan uang tidak banyak, hanya sekitar 50 orang dengan nominal yang bervariasi. “Ada yang menitipkan lebih dari Rp1 juta, ada Rp100 ribu, bahkan ada yang hanya Rp50 ribu,” katanya.
Sarbun menegaskan sekolah membebaskan orang tua membeli seragam di mana saja sesuai kebutuhan masing-masing.
Bahkan selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), peserta đť–˝iđť–˝ik yang belum memiliki seragam baru tetap đť–˝iperbolehkan mengenakan seragam SD atau MI asal.
Namun, saat pelaksanaan upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 mendatang, seluruh siswa baru đť–˝iharapkan sudah mengenakan seragam putih biru sesuai ketentuan.
“Hal ini juga sudah kami sampaikan kepada seluruh orang tua saat pelaksanaan SPMB,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





