SEMARANG, beritajateng.tv – Sekolah Rakyat di Kota Semarang akan mulai aktif pembelajaran pada 30 September 2025 mendatang. Pembelajaran sementara akan berlangsung di gedung Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP). Sembari menunggu pembangunan gedung permanen di Rowosari rampung pada 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramusinto mengatakan, Sekolah Rakyat di BLK Kota Semarang oleh Kementerian Sosial menargetkan 50 siswa SD dan 50 siswa SMA.
“Dinas Sosial sudah mencari calon-calon siswa. Harapan Bu Wali memprioritaskan siswa dari desil satu,” kata Bambang.
Desil satu maksudnya, masyarakat dengan tingkat kesejahteraan ekonomi paling rendah secara nasional. Termasuk dalam kategori miskin ekstrem, dan merupakan kelompok prioritas utama untuk penyaluran bantuan sosial oleh pemerintah.
“Rencananya akan mulai (operasional) pembelajaran pada akhir September, mulai rintisan di BLK. Sembari membangun sekolah rakyat di Rowosari. Nanti kalau sudah jadi, akan pindah,” sebut Bambang.
BACA JUGA: Gedung Permanen Sekolah Rakyat Target Beroperasi 2026, Dinsos: Sementara di BLK
Masyarakat yang sudah terdaftar, lanjut dia, sebagian memang sudah bersekolah. Namun karena konsep Sekolah Rakyat adalah Boarding sehingga sejak kelas 1 SD akan menginap di asrama.
“Guru-guru pengadaannya sudah dari Kementerian Sosial, termasuk kepala sekolahnya. Sudah ready,” sebut Bambang.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Heru Soekendar mengatakan, kuota siswa sekolah rakyat untuk jenjang SD sudah ada 53 anak, sedangkan SMA ada 50 anak.
“Alhamdulillah ini sudah ada untuk SD 53, kemudian yang SMA 50. Artinya sudah sesuai dengan kuota dari Desil 1 dan 2,” kata Heru.
Menurut dia, sejak jauh-jauh hari, pihaknya telah melakukan verifikasi pendataan dan sudah mencapai kuota. Namun ternyata pada saat pengecekan desil, siswa tersebut tidak masuk di desil 1 dan 2.
“Jadi kami ulangi lagi dan Alhamdulillah sekarang sudah mencapai 53 untuk SD dan 50 untuk yang SMA. Nantinya, akan kami ajukan SK (Surat Keputusan) ke Bu Wali untuk ditandatangani dan pelaporan ke Kementerian Sosial,” beber dia.
Selain itu, lanjut Heru, untuk orang tua siswa dari Desil 1 dan 2 juga diminta menandatangani surat pernyataan kesediaan. Hal ini agar nantinya tidak ada komplain di kemudian hari.
“Tapi 53 dan 50 itu sudah fix, nanti akan ikut di pembelajaran. Sebenarnya kuotanya kan 50 jadi yang tiga nanti cadangan,” paparnya.
Untuk pembangunan gedung permanen sekolah rakyat di Rowosari, Heru mengaku akan mulai pada Oktober 2025.
“Mudah-mudahan di tahun 2026 sudah selesai sehingga nanti yang di BLK Kementerian Tenaga Kerja ini bisa dipindahkan ke Rowosari. Karena, sifatnya hanya pinjam sementara, pinjam pakai,” sebut dia.
Terkait SDM atau guru pengajar, Heru mengklaim telah siap sepenuhnya. “Ini SDM-nya sudah kami siapkan, gurunya sudah siap 19, kemudian kepala sekolahnya satu. Ada wali asuhnya juga juga. Kemudian untuk keperluan konsumsi, perlengkapan yang lain sedang kami upayakan untuk menunjuk vendor,” kata Heru. (*)
Editor: Elly Amaliyah





