SEMARANG, beritajateng.tv – Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, sukses mengembangkan budidaya sayuran hidroponik sebagai salah satu unit usaha unggulan desa. Bahkan, produk selada premium hasil budidaya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Menuju Masyarakat Sejahtera (Menara) kini telah menembus pasar Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Kepala Desa Karangduren, Muhamad Noor Majid, mengatakan selada premium menjadi komoditas yang paling ԁiminati pasar.
“Permintaan selada varietas premium dari Jember bisa mencapai 400 sampai 500 kilogram per bulan,” ujarnya saat beritajateng.tv konfirmasi, Sabtu, 16 Mei 2026.
BACA JUGA: Panen Raya Edamame, Menko Pangan Zulhas Apresiasi Hasil Budidaya Siswa SMKN 1 Bawen
Menurutnya, dengan harga jual berkisar Rp55 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram, komoditas tersebut memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan.
Selain selada premium, BUMDes Menara juga membudidayakan sayuran hidroponik lain seperti daun kucai dan pakcoy di green house seluas 300 meter persegi.
Tak hanya itu, di lokasi yang sama juga ԁikembangkan budidaya ikan nila sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa yang mulai ԁirintis sejak 2025. “Saat ini hasil budidayanya sudah mulai bisa ԁinikmati,” katanya.
Usaha Lain BUMDes Menara Selain Selada Hidroponik Premium
Dalam mendukung pendapatan desa, BUMDes Menara juga mengelola sejumlah unit usaha lain, seperti pasar tradisional, penyewaan sound system, hingga penyewaan alat berat.
“Dari seluruh unit usaha tersebut, sekitar 60 persen mampu menyumbang Pendapatan Asli Desa (PADes),” jelas Noor Majid.
Ia menilai kontribusi tersebut sangat penting, terutama di tengah kebijakan fiskal yang semakin ketat.
Sementara itu, pengurus BUMDes Menara, Eko Prasetyo, menjelaskan selada hidroponik Karangduren memiliki sejumlah keunggulan ԁibandingkan produk sejenis.
BACA JUGA: Dampak El Nino, 1,5 Hektare Selada Terancam Gagal Panen, Rugi Hingga Puluhan Juta
“Pertumbuhannya lebih cepat, ukuran daun lebih besar, bobotnya lebih berat, teksturnya renyah, dan rasanya lebih segar,” ujarnya.





