Gaya Hidup

Self Diagnosis Marak di Kalangan Anak Muda, Psikolog: Teorinya Benar, Tapi Jangan Ditelan Mentah

×

Self Diagnosis Marak di Kalangan Anak Muda, Psikolog: Teorinya Benar, Tapi Jangan Ditelan Mentah

Sebarkan artikel ini
Pati Ponpes
Psikolog Dra. Probowatie Tjondronegoro, M.Si. saat dijumpai di kediamannya, Jumat, 20 Maret 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

Sebagai contoh, seseorang yang kehilangan nafsu makan bisa langsung menganggap bahwa ia mengalami gangguan tertentu, padahal penyebabnya bisa sangat beragam.

“Saya enggak suka makan, lalu langsung menganggap ini karena asam lambung atau masalah tertentu. Padahal bisa saja karena pikirannya sedang banyak atau memang ada kondisi kesehatan lain,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi psikologis seseorang perlu secara menyeluruh, termasuk melalui observasi, komunikasi, dan berdiskusi yang mendalam.

“Harus ada komunikasi, harus dicocokkan benar-benar. Ekspresi wajah, perilaku, kebiasaan sehari-hari itu juga perlu diperhatikan,” katanya.

Media Sosial Boleh Jadi Referensi Awal, Tetap Perlu Konfirmasi

Meski demikian, Probowatie tidak melarang masyarakat memanfaatkan informasi kesehatan mental yang beredar di media sosial. Ia menilai edukasi tersebut tetap memiliki manfaat sebagai langkah awal untuk mengenali kondisi diri.

Namun, ia menekankan pentingnya melakukan konfirmasi kepada tenaga profesional sebelum mengambil kesimpulan.

“Yang dibaca di media sosial itu bisa benar, tetapi harus dikonfirmasi. Jangan langsung mendiagnosis diri sendiri,” tegasnya.

BACA JUGA: RSWN Semarang Launching Program Deteksi Kesehatan Mental Bagi Pelajar

Ia menambahkan bahwa proses memahami kondisi psikologis tidak cukup hanya berdasarkan informasi singkat dari internet. Dukungan lingkungan, komunikasi yang terbuka, serta konsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan menjadi langkah yang lebih tepat untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

“Psikolog yang paling positif memang diri sendiri, tetapi tetap harus ada pendampingan dan komunikasi. Tidak bisa semuanya kita simpulkan sendiri,” pungkasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp