Jateng

Seloroh Ahmad Luthfi, Ingin Ekonomi Syariah di Jawa Tengah jadi Sumber Pertumbuhan Baru

×

Seloroh Ahmad Luthfi, Ingin Ekonomi Syariah di Jawa Tengah jadi Sumber Pertumbuhan Baru

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi usai menghadiri Pelantikan Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Tengah di Hotel Padma Semarang, Jumat, 2 Oktober 2026 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

“Sehingga di 35 kabupaten/kota dengan para bupati wali kota, kemudian dengan kepengurusan MES bisa menimbulkan ekonomi baru. Sekaligus bisa mendongkrak tidak hanya produk pakaian, semuanya harus mempunyai nilai lebih, termasuk industri halal,” ucapnya.

MES Dorong Ekonomi Syariah Tak Sekadar Jadi Konsep Belaka

Sementara itu, Ketua Umum MES, Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, pengembangan ekonomi syariah di Jawa Tengah perlu tumbuh melalui kolaborasi. Di antaranya pemerintah, UMKM, wirausaha, akademisi dan berbagai pihak lainnya.

Dia bilang, keberadaan MES di Jawa Tengah mampu menjadi ruang bersama untuk menyusun program yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

“Karena kalau kita lihat dengan adanya potensi di Jawa Tengah ini sangat luar biasa. Harapannya bagaimana nanti koordinasi, kolaborasi dengan UMKM, dengan wirausaha, ataupun dengan lainnya. Dan juga dengan pemerintah, akademisi, ini bisa berjalan dengan baik,” katanya yang juga CEO Danantara itu.

Dorong BPS Punya Data Ekonomi Syariah

Rosan Roeslani mengatakan, kontribusi ekonomi syariah terhadap perekonomian nasional maupun daerah saat ini belum memiliki angka pengukuran khusus. Untuk itu, MES bersama Badan Pusat Statistik (BPS) akan mulai melakukan pengukuran terhadap ekonomi Indonesia secara keseluruhan pada 2027.

“Nah, tentunya yang kita harapkan juga bagaimana ekonomi syariah ini mempunyai porsi yang makin besar dalam Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Oleh sebab itu, salah satu program kita yang akan mulai tahun 2027 yakni bekerja sama dengan BPS,” katanya.

BACA JUGA: Beri Masukan untuk RKPD 2027, DPRD Jateng Dorong Perbaikan Jalan dan Penguatan Ekonomi Syariah

Pengukuran tersebut, kata Rosan Roeslani, agar pengembangan ekonomi syariah dapat berjalan secara lebih terarah. Data tersebut nantinya dapat menunjukkan sektor maupun daerah yang masih perlu penguatan.

“MES yang mendorong pertama kali, meminta kepada pemerintah untuk itu (ekonomi syariah) diukur. Tahun 2027 ini akan ada perhitungan berapa besar kontribusi syariah kepada PDB, dari sektor apa saja, dan dari provinsi atau daerah mana saja,” bilangnya. (*)

Editor: Diaz A Abidin