SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mendorong ekonomi syariah menjadi salah satu sumber pertumbuhan perekonomian baru di daerah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, potensi tersebut dapat berkembang melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), industri halal, wisata ramah muslim, hingga fesyen.
Terlebih, kata dia, potensi pengembangan ekonomi syariah di Jateng cukup besar. Dia menyebut, dari sekitar 38 juta penduduk Jawa Tengah, hampir 97 persen di antaranya merupakan muslim.
“Ini sangat strategis sekali. Karena apa? Penduduk Jawa Tengah 38 juta ini hampir 97 persen muslim. Apa programnya? Minimal bisa menumbuhkan ekonomi baru di wilayah kita,” kata Ahmad Luthfi usai menghadiri Pelantikan Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Tengah di Hotel Padma Semarang, Jumat sore, 2 Oktober 2026.
BACA JUGA: Cara Ahmad Luthfi Kejar Pajak Warga Jateng, Mulai dari Mode Hapus Denda PKB
Ahamad Luthfi berucap, pengembangan ekonomi syariah tidak hanya berkaitan dengan sektor keuangan. Lebihdari itu juga dapat menyentuh berbagai potensi ekonomi masyarakat.
“Kami punya tidak hanya 1.000 desa wisata, namun juga wisata ramah muslim. Termasuk sertifikasi halal kita, hampir 670 ribu sertifikat halal yang diterbitkan. Kemudian zakat dan lain sebagainya,” katanya.
Ahmad Luthfi berkata, berbagai sektor tersebut dapat menjadi bagian dari pengembangan ekonomi baru di Jawa Tengah dengan melibatkan UMKM serta pemerintah kabupaten/kota.
“Artinya apa? Bahwa ekonomi syariah ini nanti menjadi ekonomi baru di wilayah kita dengan menggandeng seluruh potensi masyarakat di wilayah kita. Di antaranya UMKM,” katanya.
BACA JUGA: Mengenal Saham Syariah, Investasi Halal di Tengah Tantangan Literasi Ekonomi
Ahmad Luthfi bilang, pengembangan tersebut harapannya tidak hanya meningkatkan jumlah produk,. Akan tetapi juga memberikan nilai lebih melalui penguatan industri halal, fesyen, hingga sektor lainnya.





