Para petani yang ikut dalam kegiatan tersebut menyambut baik gerakan penanaman pohon penyimpan air. Mereka berharap upaya penghijauan dapat membantu menjaga ketersediaan air untuk kebutuhan pertanian sekaligus mengurangi dampak perubahan iklim. Kegiatan juga berisi edukasi tentang pentingnya konservasi lingkungan, pengelolaan sumber daya air, dan peran masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.
Bagi Sumanto, gerakan lingkungan tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Ia berharap aksi ini dapat menjadi pemantik lahirnya kesadaran masyarakat untuk terus merawat bumi melalui langkah nyata.
“Merawat lingkungan adalah bentuk cinta tanah air yang paling sederhana tetapi sangat penting. Kita mungkin tidak bisa menikmati seluruh hasilnya hari ini, tetapi jika kita menanam dan menjaga alam dengan sungguh-sungguh. Namun manfaatnya akan generasi-generasi akan datang rasakan,” pungkasnya. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





