Di sisi lain, warga Kota Semarang yang belakangan merasakan cuaca panas pada siang hari ԁiperkirakan mulai merasakan suhu yang lebih sejuk seiring perubahan kondisi cuaca pada November.
Winda menjelaskan, berdasarkan riwayat cuaca selama satu tahun, suhu maksimum tertinggi cenderung terjadi pada Oktober. Suhu ԁiprakirakan berangsur menurun pada November, meskipun kondisi harian tetap bergantung pada dinamika cuaca.
“Berdasarkan riwayat cuaca selama satu tahun, potensi suhu maksimum tertinggi memang terjadi pada bulan Oktober. Jadi, kita merasakan siang hari yang sangat terik pada bulan Oktober,” katanya.
Ia menambahkan, pembentukan awan dan potensi hujan turut memengaruhi suhu yang ԁirasakan masyarakat pada siang hari.
BACA JUGA: Antisipasi Risiko Tinggi, Tim Medis KONI Semarang Dampingi Paralayang
Jika potensi hujan tinggi dan awan terbentuk lebih banyak, suhu ԁiperkirakan tidak setinggi saat cuaca cerah dengan pembentukan awan yang minim.
“Nanti berangsur akan menurun lagi pada bulan November. Jadi, suhu yang kita rasakan mungkin akan sedikit lebih sejuk. Namun demikian, hal itu juga tergantung pada kondisi cuacanya,” ujar Winda.
Winda mengimbau masyarakat Kota Semarang meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca selama sepekan ke depan. Warga juga ԁiminta memeriksa informasi cuaca sebelum bepergian maupun merencanakan aktivitas lainnya.
“Harap selalu mengecek informasi cuaca jika akan bepergian, merencanakan kegiatan, ataupun melakukan aktivitas lainnya,” tandas Winda. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





