SEMARANG, beritajateng.tv – KONI Kota Semarang memberikan perhatian dan pengawalan ekstra terhadap keselamatan atlet cabang olahraga (cabor) berisiko tinggi (high risk) seperti paralayang dalam gelaran Porprov Jawa Tengah.
Satu di antaranya adalah penyiapan pendampingan penuh dari tim medis KONI Kota Semarang di lokasi pertandingan sejak pembukaan penerbangan hingga penutupan (window close).
Pelatih Tim Paralayang Kota Semarang, M. Yunus, mengungkapkan bahwa tim medis KONI Kota Semarang menjadi satu-satunya tim medis daerah yang melakukan pendampingan langsung secara melekat di lapangan.
BACA JUGA: Tragedi Atlet Selam di Porprov Jateng, Tim Medis hingga Prosedur Darurat Perlu Dievaluasi
“Dari tim medis sekarang lebih banyak. Tim medis dari Kota Semarang di sini satu-satunya tim medis dari daerah yang mendampingi langsung mulai pagi sampai window close. Kota lain tidak ada,” kata Yunus.
Pelatihan Khusus SIV dan Standar Keselamatan Internasional
Selain dukungan tim medis di arena, tim kepelatihan Kota Semarang telah membekali seluruh atlet Kelas A. Dengan pelatihan Simulation d’Incident en Vol (SIV) guna mengantisipasi kondisi darurat saat terbang di udara.
“Olahraga kita kan olahraga alam. Atlet wajib ikut sekolah SIV untuk melatih ketenangan saat menghadapi cuaca buruk atau kondisi parasut bermasalah. Mereka kami latih mengambil keputusan dengan tenang di kondisi yang benar-benar tidak bagus,” jelasnya.
Kelengkapan Alat Komunikasi dan Pemantau GPS
Untuk meminimalkan potensi bahaya, setiap atlet paralayang Kota Semarang juga wajibkan menggunakan peralatan keselamatan berstandar internasional, mulai dari parasut cadangan, harness, helm, hingga alat komunikasi dan tracker GPS.
“Apalagi untuk nomor open distance, kita tidak tahu atlet landing di mana. Tapi dengan alat komunikasi dan tracker GPS yang terbaca di sistem, kondisi dan keberadaan atlet bisa terus kita pantau secara real-time,” tambah Yunus.
Langkah preventif ini sebagai komitmen Pemkot dan KONI Kota Semarang dalam menjamin keselamatan atlet di tengah ketatnya persaingan Porprov Jateng. (*)





