Dengan berbagai program dan inovasi tersebut, hasilnya, angka kematian ibu dan anak di Kota Semarang mengalami penurunan yang cukup signifikan. Di mana terhadap tahun 2020, AKI sebanyak 17 kasus dan AKB sebesar 167 kasus. Sedangkan untuk angka stunting, terhadap tahun 2021 turun menjadi 1.900 kasus dari total kasus sebelumnya 3.142 kasus terhadap tahun 2020.
“Kami terus memberi tambahan fasilitasi melalui berbagai program seperti San Piisan, Raisa, Gepuk Pepes, dan lainnya. Namun, kami juga terus menggerakkan dan mendorong penduduk untuk saling menunjang dan support terhadap lingkungannya,” pungkas Hendi. (Ak/El)





