Almarhum Subono memang melakukan latihan seni wayang hampir setiap hari. Ada kemungkinan almarhum terlalu capek dan mempunyai semangat dalam seni pewayangan yang luar biasa.
“Sosok Pak Subono dalam pedalangan luar biasa dan dia lebih menonjol di karawitan dan para dalang gunakan. Almarhum di ISI diangkat menjadi Empu Pedalangan,” katanya.(*)




