SEMARANG, beritajateng.tv – Film horor berjudul Kemah Terlarang Kesurupan Massal merupakan adaptasi dari kisah nyata pada tahun 2016.
Buat kamu pecinta film Indonesia bergenre horor wajib banget nonton film yang satu ini. Selain menghadirkan kengerian yang luar biasa, film tersebut juga mengungkap banyak peristiwa mengerikan yang berbeda dengan film horor lainnya.
Beberapa peristiwa aneh tersebut yang dapat menjadi bukti akan terungkap dalam artikel berikut ini. Sebagaimana Wakhid selaku penulis film tersebut kini menceritakan langsung kejadian aneh yang terjadi selama proses syuting berlangsung.
BACA JUGA: Pembuatan Film Horor Pulau Hantu 2024 Ternyata Berlangsung di 3 Lokasi, Berikut Tempatnya
Film Kemah Terlarang
Wakhid mengungkapkan bahwa beberapa peristiwa nyata dari tahun 2016 secara tidak sengaja terulang selama proses syuting.
Salah satunya adalah insiden hujan deras yang tiba-tiba turun saat pengambilan gambar adegan tertentu, mirip dengan kondisi yang terjadi pada kejadian aslinya.
Meski terkesan aneh, namun peristiwa tersebut benar-benar tanpa mereka duga. Hal itu karena apa yang terjadi secara tiba-tiba persis dengan peristiwa aslinya yang berlangsung pada tahun 2016.
Sontak para kru film merinding akan peristiwa yang terjadi, hanya saja mereka berusaha memaklumi demi kesuksesan film horor yang satu ini. Banyaknya film horor yang adaptasi dari kisah nyata membuat semua peristiwa aneh yang sudah terlewati kini kembali terungkap.
Selama penulisan skenario, Wakhid melakukan penelitian mendalam dengan mewawancarai beberapa orang yang hadir saat peristiwa itu terjadi.
BACA JUGA: Coming Soon! Film Horor Kuasa Gelap Siap Tayang di Bioskop pada Bulan Oktober 2024
Walaupun nama-nama mereka tidak diungkapkan, para narasumber memberikan kesaksian tentang peristiwa mengerikan yang terjadi di perkemahan tahun 2016.
Penulis cerita “Kemah Terlarang: Kesurupan Massal,” Wakhid, menyatakan bahwa film ini terinspirasi dari pengalaman nyata yang dialami oleh salah satu temannya.
Kejadian tersebut berlangsung pada tahun 2016 ketika mereka mengikuti sebuah perkemahan di Yogyakarta. Ia juga memiliki beberapa bukti dokumentasi dari rekannya yang terlibat langsung dalam peristiwa mengerikan tersebut.
Dengan beberapa bukti yang ia dapatkan tentu saja dapat memperkuat keaslian cerita yang ada dalam film ini. (*)











