Scroll Untuk Baca Artikel
Pariwisata

Serunya Mengabadikan Sudut Kampung Melayu ala Komunitas Blusuk.an

×

Serunya Mengabadikan Sudut Kampung Melayu ala Komunitas Blusuk.an

Sebarkan artikel ini
blusuk.an
Komunitas Blusuk.an saat menjelajahi Kampung Melayu, Jumat, 9 Maret 2024 sore. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kehidupan kampung di tengah kota besar memiliki daya tariknya tersendiri, tak terkecuali bagi Komunitas Blusuk.an.

Mereka adalah sekumpulan orang yang suka menelusuri gang-gang kampung di sekitar Kota Semarang. Uniknya, tak hanya jalan kaki, tapi mereka juga turut mengabadikan segala setiap sudut kehidupannya di dalamnya melalui lensa kamera.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Seperti pada Jumat, 9 Maret 2024 sore, Komunitas Blusuk.an memilih menghabiskan waktu dengan berburu spot foto di Kampung Melayu, Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara.

Tiap sebulan sekali, Komunitas Blusuk.an memang rutin berkeliling Kota Semarang untuk hunting foto. Pemilihan tempatnya bebas. Hanya saja, harus memiliki nilai sejarah tinggi.

“Kriterianya sebenernya nggak terlalu ada, tapi kalau perumahan biasa nggak kita datangin, ada yang punya nilai sejarahnya baru kita datengin,” ungkap Natanel Benino, salah satu founder Komunitas Blusuk.an kepada beritajateng.tv usai kegiatan.

BACA JUGA: Lestarikan Budaya Jawa, Komunitas Diajeng Semarang Gelar Workshop Cara Mewiru Jarik

Ben sapaan akrabnya mengatakan, Kampung Melayu adalah salah satu kampung tua di Kota Semarang. Hal tersebutlah yang menjadikan Kampung Melayu menjadi destinasi Komunitas Blusuk.an.

Peninggalan sejarah di Kampung Melayu

Sementara itu, founder lainnya, Nizar Soffil menambahkan, di sekitar Kampung Melayu terdapat bangunan tua yang penuh sejarah. Salah satunya Masjid Layur yang sudah berumur kurang lebih dua abad dan dibangun pada tahun 1802 silam.

Selain itu, lanjut Nizar, juga banyak tersisa gedung tua di sekitar Kampung Melayu. Bangunan-bangunan tua seperti itulah yang menjadi favoritnya dalam membidik lensa kamera.

“Di sekitar situ banyak bangunan tua juga, ada klenteng, lurus terus ada bangunan tua bekas Sinar Foto yang walau sekarang nggak beroperasi, ada juga rumah pohon,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan