Jateng

Setahun Agustina-Iswar Pimpin Semarang, Akui Banjir Masih Jadi PR Besar

×

Setahun Agustina-Iswar Pimpin Semarang, Akui Banjir Masih Jadi PR Besar

Sebarkan artikel ini
Setahun Agustina-Iswar Pimpin Semarang, Akui Banjir Masih Jadi PR Besar
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng - Iswar Aminuddin. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Genap satu tahun memimpin Kota Semarang, pasangan Wali Kota dan Wakilnya, Agustina Wilujeng – Iswar Aminuddin masih memiliki PR (Pekerjaan Rumah) besar yang belum sepenuhnya terselesaikan, yakni banjir.

Agustina mengakui persoalan banjir di Ibu Kota Jawa Tengah itu masih menjadi tantangan utama. Khususnya di wilayah timur seperti Genuk, Gayamsari, Pedurungan, Tlogosari hingga Tembalang.

“Kalau banjir ini tidak bisa hanya diselesaikan oleh Pemkot saja, tapi perlu melibatkan pemerintah provinsi hingga pusat,” ujar Agustina.

Ia menjelaskan, pengendalian banjir di Semarang tidak bisa dilepaskan dari persoalan muara. Menurutnya, titik krusial yang menyebabkan banjir bertahan lama berada di hilir, sehingga membutuhkan intervensi pemerintah pusat melalui pembangunan giant sea wall dan kolam retensi.

“Harus dari muara yang dikendalikan. Itu ranahnya ada di pusat, yakni pembangunan giant sea wall dan kolam retensi,” katanya.

Agustina mengungkapkan, sempat terjadi kendala dalam proses pembangunan di kawasan pesisir. Percepatan proyek dilakukan dengan membuat jembatan tanah sementara yang justru menghambat aliran air dan menyebabkan genangan bertahan hingga 10 hari. Setelah gundukan tersebut dibongkar, aliran air mulai kembali normal.

BACA JUGA: Pemkot Semarang Buka Lowongan Sekda Baru, ASN Seluruh Indonesia Bisa Daftar

“Sekarang dampaknya sudah terasa. Yang kemarin banjirnya lama sekali, sekarang relatif lebih ringan. Memang tidak mungkin tidak banjir sama sekali, karena air pasti mengalir dari atas ke bawah. Tantangannya adalah bagaimana kita mengendalikan alirannya,” jelasnya.

Roadmap infrastruktur dan embung kecil

Di tingkat kota, Pemkot Semarang menyiapkan strategi jangka menengah dan panjang. Agustina meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menyusun roadmap infrastruktur khusus jalan, saluran dan sungai, baik yang menjadi kewenangan pusat, provinsi maupun kota.

Ia juga meminta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mendata seluruh jalur air yang melintasi aset milik Pemkot. Lahan-lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk membangun kolam retensi skala kecil atau embung yang saling terhubung.