Gaya Hidup

Siap Tayang Akhir November! Begini Sinopsis Film Horor Mariara Kisah Perjamuan Maut

×

Siap Tayang Akhir November! Begini Sinopsis Film Horor Mariara Kisah Perjamuan Maut

Sebarkan artikel ini
film Mariara Perjamuan Maut
film Mariara Perjamuan Maut. (foto: instagram/@cinema.21)

SEMARANG, beritajateng.tv – Usai tayangnya film horor Petak Umpet dan Wanita Ahli Neraka, kini bakal hadir lagi film horor lainnya yaitu berjudul Mariara Perjamuan Maut.

Film ini bakal menghadirkan bau-bau mistis yang cukup kental yaitu nuansa budaya Mnahasa dari Sulawesi Utara. Tentu saja bakal menarik banyak perhatian lantaran adaptasi langsung dari urban legend Minahasa.

Sebuah praktik ilmu hitam di perkampungan kecil yang tersembunyi dan ternyata sudah menjadi sebuah tradisi.

BACA JUGA: Sedang Tayang di Bioskop! Begini Review Film Pantaskah Aku Berhijab

Sembari menunggu tayangnya di bioskop, yuk simak berikut informasi terkait sinopsisnya.

Sinopsis Film Mariara Perjamuan Maut

Film ini mengangkat legenda Minahasa yang penuh dengan misteri dan kengerian. Ceritanya berfokus pada sebuah desa yang dihantui oleh praktik ilmu hitam yang tersembunyi di balik aktivitas gereja.

Film ini berkisah tentang Kampung Patemboan yang tengah berduka akibat kematian tragis kepala desa Sabina saat perayaan peneguhan dirinya sebagai kepala desa terpilih.

Pengadilan desa memutuskan Marten Karengkom (Servie Kamargi) bersalah dan harus menanggung akibatnya. Kehadiran David (Leon Alexander), seorang pendeta muda, menambah kegelisahan di Desa Patemboan.

BACA JUGA: Daftar Pemain yang Menjanjikan, Berikut Sederet Aktor Berbakat dalam Film Petak Umpet

Pendeta Edward (Eric Dajoh) mengkritik kehadiran David yang berusaha membawa Marten kembali ke desa. David yang terlibat terlalu dalam dalam masalah desa tersebut mulai mengalami berbagai kejadian aneh, bahkan menjadi korban dari praktik dukun santet (Mariara).

Masalah semakin rumit ketika David menemukan kenyataan bahwa banyak ibu yang meninggal saat melahirkan, sementara bayi-bayi mereka menghilang tanpa jejak. Film ini tidak hanya menampilkan elemen horor, tetapi juga menggali nilai-nilai budaya lokal.

Dengan alur cerita yang kompleks dan penggunaan bahasa Melayu Manado, Mariara membawa penonton ke dalam dunia gelap yang memacu adrenalin.