Jateng

Sidak DPRD Temukan Plaza Simpang Lima Sepi Banyak Kios Tutup, Event Kuliner UMKM Jadi Solusi

×

Sidak DPRD Temukan Plaza Simpang Lima Sepi Banyak Kios Tutup, Event Kuliner UMKM Jadi Solusi

Sebarkan artikel ini
Plaza Simpang Lima, salah satu aset milik Pemerintah Kota Semarang yang berada di jantung kota, namun pemanfaatannya belum optimal karena banyak kios tutup dan terbengkalai.
Komisi B DPRD Kota Semarang melakuka inspeksi mendadak (sidak) di Plaza Simpang Lima Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Plaza Simpang Lima, salah satu aset milik Pemerintah Kota Semarang yang berada di jantung kota, namun pemanfaatannya belum optimal karena banyak kios tutup dan terbengkalai.

Hal ini menjadi sorotan DPRD Kota Semarang saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke kawasan tersebut, Selasa, 27 Januari 2026.

Bangunan yang berada di kawasan strategis Simpang Lima itu tampak hanya ramai di lantai satu dan dua, dengan dominasi penjualan komputer dan telepon seluler. Sementara itu, lantai tiga dan empat terlihat lengang, dengan banyak kios tutup dan sebagian lainnya kosong tanpa aktivitas.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Widodo, menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, aset daerah terbengkalai tanpa kegiatan berisiko mengalami kerusakan dan kehilangan nilai ekonomi.

“Plaza 1 ini dulunya adalah Matahari. Kalau kosong tanpa aktivitas, tentu bisa rusak dan sayang sekali karena ini aset pemerintah,” ujar Joko Widodo.

Ia menegaskan, DPRD tidak ingin aset milik Pemkot Semarang menjadi mangkrak. Karena itu, Komisi B mendorong adanya langkah konkret untuk mengoptimalkan pemanfaatan Plaza Simpang Lima.

Joko Widodo mengungkapkan, Komisi B sebelumnya telah menggelar rapat bersama Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Semarang.

Dalam rapat tersebut, BKAD menawarkan agar pengelolaan Plaza Simpang Lima di serahkan kepada Dinas Perdagangan agar aset tersebut bisa segera dihidupkan kembali.

“Hasil sidak hari ini menunjukkan masih ada aktivitas. Plaza 1 memang kosong, sementara Plaza 2 masih beroperasi meski terbatas. Kalau Plaza 1 bisa kita hidupkan, dampaknya diharapkan ikut mengangkat aktivitas Plaza 2,” katanya.

BACA JUGA: Pemkot Semarang Gaet Investor, Tawarkan Aset Plaza Simpang Lima hingga Kawasan Industri

Komisi B juga mengusulkan pemanfaatan sementara Plaza Simpang Lima, khususnya pada momentum Ramadan. Ruang-ruang kosong dinilai bisa dimanfaatkan untuk kegiatan kuliner dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Momentum Ramadan sangat cocok untuk kegiatan kuliner. Ini bisa memancing pasar, menarik pengunjung, dan menghidupkan kembali denyut ekonomi kawasan sambil menunggu masuknya investor besar,” ujar Joko Widodo.

Ia menilai Plaza Simpang Lima masih memiliki potensi besar di masa depan karena terintegrasi dengan kawasan hotel dan berada di pusat kota. Bahkan, DPRD berharap kawasan tersebut dapat berkembang menjadi pusat aktivitas kota yang lebih modern.

“Mungkin sekitar tahun 2030, kawasan ini bisa menjadi tempat yang sangat istimewa bagi Kota Semarang jika ada investor besar yang masuk,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, menyatakan kesiapanny untuk mengelola Plaza Simpang Lima jika aset tersebut sudah resmi BKAD serahkan.

“Kalau sudah berada di kami, tentu bisa kita upayakan agar tidak mangkrak. Misalnya dengan zona kuliner, yang penting ada aktivitas dan ada pendapatan untuk Pemkot,” ujarnya.

Amoy sapaan akrabnya, juga mendukung gagasan Komisi B untuk melibatkan UMKM dalam pemanfaatan Plaza Simpang Lima. Namun, ia menegaskan bahwa seluruh langkah tersebut masih menunggu proses penyerahan aset secara resmi.

“Kami belum menerima data lengkap karena memang belum ada penyerahan. Harapan kami, BPKAD bisa menyerahkan gedung ini secara satu kesatuan agar pengelolaannya bisa lebih optimal,” tutupnya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp