SEMARANG, beritajateng.tv – Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu (Mbak Ita) menyampaikan pesannya untuk Iswar Aminuddin setelah mendapat rekomendasi sebagai bakal calon Wakil Walikota Semarang dari PDI Perjuangan.
Hal ini ia sampaikan saat Sekda Kota Semarang Iswar Aminuddin sowan dan bersilaturahmi di kediaman Mbak Ita di Perumahan Bukit Duta 17 Semarang, Kamis 29 Agustus 2024.
“Tahun 2025, kami sudah membuat RKPD, RPJPD sampai 2029 dan sudah harus berjalan. Kemudian ada juga perencanaan jangka panjang yaitu RPJPN sampai 20 tahun kedepan,” ujar Mbak Ita.
BACA JUGA: Iswar Sowan ke Walikota Semarang, Ajukan Cuti Di Luar Tanggungan untuk Daftar Pilwalkot 2024
Menurut dia, ada beberapa program yang telah tersusun dan harus berjalan secara berkelanjutan.
“Kita tahu Bappenas sudah memberikan petunjuk visi misi kedepan adalah maju dan berkelanjutan sehingga Kota Semarang kan sudah menetapkan bahwa sebagai kota metropolitan yang layak huni,” jelasnya.
Hal ini, lanjut dia, karena Masyarakat inginnya kota Semarang ini nyaman sehingga layak huni, maju dan berkelanjutan. Ini tagline yang sudah menjadi satu kesatuan dari Pemerintah Pusat.
“Maju dan berkelanjutan ini mempunyai macam turunan-turunannya. Tapi yang menjadi prioritas untuk ke depan, ada salah satu program Pemerintah yakni makan siang bergizi,” kata dia.
Program tersebut, menurutnya harus menjadi program prioritas pada kepemimpinan kedepan.
Program Linier Pemerintah Pusat
“InsyaAllah Bu Agustin dan Pak Iswar akan berkontestasi di Pilwalkot Semarang 2024. Sehingga program ini harus sejalan dengan program pemerintah pusat salah satunya makan siang bergizi,” jelasnya.
Sinergi dengan Pemerintah, lanjut dia, Pemkot Semarang membuat program Strategi Pemberian Makan Siang untuk Perbaikan Gizi dan Pencegahan Obesitas yang disingkat STROBERI.
“Kami mencoba melakukn yang berbeda yakni mendorong ada pemberdayaan masyarakat dan lingkungan sekitar,” sebut dia.
Uji coba program tersebut, Mbak Ita memanen sendiri hasil urban farming dan mengolahnya menjadi makanan bergizi.
“Tadi masak 30 pack tapi sebenarnya bisa sampai 50 pack dari hasil panen. Budidaya ikan lele saya buat jadi bola bola bakso. Gurame hasil budidaya juga saya fillet untuk goreng tepung. Ini menjadi dorongan bahwa dari lahan yang tidak luas pun bisa memberikan manfaat kepada masyarakat terutama anak-anak,” imbuhnya.
Program prioritas pemkot Semarang, kata dia, ada ketahanan pangan, pengendalian inflasi, penurunan angka kemiskinan, dan pencegahan stunting.
“Saya berharap kepemimpinan kedepan yang sudah baik bisa menjadi lebih baik, yang kurang bisa dilengkapi. Saya sebagai manusia pasti banyak kekurangan tapi kami berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk Kota Semarang,” jelas Mbak Ita.
Kota Semarang yang udah mendapatkan banyak penghargaan, harapannya di tahun 2025 bisa memberikan lebih banyak lagi prestasi.
“Dari segi infrastruktur. PR yang paling besar adalah banjir ini yang harus di tuntaskan. Semoga banjir bisa semakin sedikit dan dapat ditanggulangi,” paparnya.
Menurut Mbak Ita, proyek pemerintah pusat sudah mulai berjalan mulai sheetpile. Termasuk tanggul tol Semarang-Sayung akan ada kolam retensi seluas 250 hektar.
“Ini bisa menjadi salah satu pengendali air dan penyedia air baku. Sehingga wilayah bagian timur bisa tersedia air bersih sehingga tidak pakai air tanah. Karena air tanah itu akan membuat penurunan tanah,” imbuhnya.
“Semoga pak sekda lancar dan cita-citanya bisa tercapai,” imbuhnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah




