SEMARANG, 12/3 (beritajateng.tv) – Ketersediaan lahan di perkotaan yang semakin terbatas mau tidak mau membuat pengembang harus memanfaatkan lahan dengan seoptimal mungkin. Hal itu ikut mempengaruhi tren desain rumah.
Co Founder The Grandia Residence, Aurellia Inez menuturkan bahwa keterbatasan lahan di perkotaan mengakibatkan perubahan konsep rumah yang cukup drastis.
Dengan tantangan keterbatasan lahan, pihaknya berupaya untuk tetap menghadirkan hunian senyaman mungkin meski dengan lahan terbatas.
“Untuk memaksimalkan lahan yang ada memang untuk tipe rumah itu pasti dua lantai. Sedangkan konsep sekarang yang paling banyak permintaan adalah rumah dengan konsep minimalis modern dan industrial. Intinya simpel, trennya sekarang begitu,” jelas Aurell kepada beritajateng.tv.
Lebih lanjut Aurell juga menjelaskan tantangan lain adalah konsep rumah dengan lahan minimalis masih belum sepenuhnya diterima oleh kalangan orang tua.
Menurutnya, para orang tua masih terpaku pada pemikiran bahwa sebuah rumah harus memiliki lahan yang luas.
“Malah sekarang jarang banget orang minta ornamen (rumah) aneh-aneh, beda sama rumah zaman dulu. Jadi benar-benar desain polosan dengan sentuhan minimalis,” lanjut Aurell.
Aurell juga menambahkan bahwa tren pemanfaatan tata ruang saat ini cenderung lebih efektif. Orang mulai sadar terhadap pentingnya sirkulasi cahaya dan udara di dalam rumah. Oleh karena itu, ruang kosong seringkali dimanfaatkan menjadi open space seperti minibar dan indoor garden. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





