“Jadi untuk kegiatan Ramadan itu bisa sekaligus untuk penanaman karakter, menjadi pembiasaan yang setiap hari kami lakukan di sekolahan,” katanya.
Lebih jelas, Mulyani mengungkap jika belum ada peraturan resmi yang mengatur terkait pembagian jadwal. Kendati demikian, ia telah memiliki rencana jadwal sebagaimana biasanya.
Bagi yang siswa yang beragama Islam, jelas Mulyani, akan ada kegiatan keagamaan dengan porsi sebesar 50 hingga 75 persen. Sementara untuk siswa beragama selain Islam, juga akan menyesuaikan kegiatan berbasis keagamaan.
“Mungkin ada pengaturan jam. Saya kan tidak bisa menentukan jam sendiri, tentunya pemerintah [yang menentukan] porsinya untuk anak PAUD jam segini sampe jam segini, SD jam segini sampe segini,” harapnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





