Penghentian operasional Victory Apparel berdampak pada lebih dari 800 pekerja. Dalam keterangan Sutrisno, jumlah pekerja terdampak dalam kasus tersebut menurutnya mencapai 846 orang.
Kasus ini turut menambah jumlah pekerja yang terkena PHK di Kota Semarang sepanjang 2026.
Sutrisno menyebut PHK normatif akibat berakhirnya kontrak kerja berada di kisaran 448 pekerja.
Dengan tambahan kasus Victory Apparel, jumlah pekerja terdampak PHK di Semarang meningkat signifikan.
Meski demikian, angkanya masih lebih rendah daripada kondisi tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 1.900 pekerja.
“Kemudian dengan rekrutmen kami sendiri, setiap Rabu dan Kamis hampir 1.000-an. Dengan job fair juga hampir 1.000-an. Jadi dari rekrutmen dan penempatan kerja kami balansi,” kata Sutrisno.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pasar kerja di Kota Semarang masih relatif bergerak. Pihaknya terus memantau kondisi perusahaan sekaligus membuka akses bagi pencari kerja untuk mendapatkan kesempatan baru.
Namun, ancaman PHK belum sepenuhnya hilang. Dinas masih menerima informasi mengenai perusahaan lain yang berpotensi melakukan pengurangan tenaga kerja.
Sutrisno menyebut salah satunya berasal dari sektor outsourcing. Penurunan jumlah pekerjaan dan kontrak dengan sejumlah pihak menjadi salah satu faktor yang mendorong perusahaan melakukan efisiensi.
“Banyak pekerjaan sekarang kontraknya dengan para pihak mulai berkurang. Kasus luar negeri, perang dunia, juga berpengaruh terhadap pesanan barang dan sebagainya. Jadi memang faktornya banyak,” jelasnya.
Dampak Ekonomi Global
Kondisi ekonomi global tersebut ikut memberikan tekanan terhadap industri yang bergantung pada pesanan.
Ketika permintaan menurun, perusahaan dapat melakukan penyesuaian tenaga kerja untuk menjaga keberlangsungan usaha.
Pihaknya kini tidak hanya fokus menyelesaikan perselisihan dan pembayaran hak pekerja. Pemerintah juga menyiapkan jalur agar pekerja terdampak PHK dapat kembali masuk ke pasar kerja.
Bagi pekerja yang merupakan warga Kota Semarang, Disnaker menyiapkan akses pelatihan. Program tersebut di arahkan agar pekerja memiliki keterampilan baru dan bisa membuka usaha maupun mencari pekerjaan di sektor lain.





