“Transportasi umum seperti BRT bisa menjadi solusi, tapi harus tepat waktu dan nyaman. Kalau tidak, justru menyulitkan,” tambahnya.
Selain itu, Agustina membuka peluang penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi pengurangan konsumsi BBM di lingkungan pemerintah.
“Bisa juga beralih ke kendaraan listrik. Intinya bagaimana kita menekan penggunaan BBM, bukan sekadar mengubah lokasi bekerja,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa kebijakan ini harus di pahami sebagai bagian dari langkah efisiensi energi yang lebih luas, bukan sekadar tren sistem kerja fleksibel.
“Jangan sampai kita teralihkan. Fokus utamanya adalah penghematan BBM, itu yang lebih penting,” pungkasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





