“Tetapi terkadang cadangan daerahnya tidak banyak, tapi support CSR-nya sudah berjalan masif. Nah itu berarti aman dan tidak masalah,” ucap dia.
Kalaupun cadangan kabupaten/kota dan dukungan CSR mulai menipis, kata dia, Pemprov Jateng menyiapkan skenario bantuan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).
Bergas mengatakan, mekanisme tersebut berdasarkan permohonan kepala daerah kepada gubernur. Pemprov Jateng kemudian membantu pembiayaan dan distribusi menggunakan sarana seperti truk tangki milik provinsi.
Lebih lanjut, untuk mencegah bertambahnya karhutla, Bergas meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran terbuka, baik untuk membersihkan lahan, sampah maupun semak belukar.
“BTT dari Pemprov itu ibarat senjata terakhir. Walaupun alasannya untuk pemupukan atau pembersihan semak belukar, sebaiknya tidak boleh ada pembakaran,” ucap Bergas. (*)
Editor: Diaz A Abidin





