SEMARANG, beritajateng.tv – Beberapa hari yang lalu santer beredar kabar adanya fraud atau kecurangan dalam laporan keuangan oleh Direktur Umum dan Pemasaran sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jawa Tengah.
Fraud sendiri merupakan pelanggaran etika berat dalam laporan keuangan. Padahal etika merupakan elemen krusial dalam profesi akuntan.
Seperti halnya yang dikatakan oleh Pemerhati Profesi Akuntasi dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Bambang Minarso. Ia menilai, seorang akuntan wajib mematuhi kode etik profesi.
“Etika adalah teman sejati bagi akuntan dalam menjalankan profesinya. Dengan berpegang teguh pada etika, mereka dapat memperoleh kepercayaan publik, menjaga integritas, bersikap jujur, dan mematuhi aturan serta hukum,” ujar Bambang saat beritajateng.tv temui, Senin, 5 Agustus 2024.
BACA JUGA: Kembali Raih Penghargaan 10 Tahun Berturut-turut, LPS Akan Terus Meningkatkan Kinerja Lembaga
Menurut Bambang, perkembangan teknologi memegang peranan besar dalam perubahan cara kerja di perusahaan terhadap profesi tersebut. Sebab, transformasi digital mempengaruhi penggunaan teknologi untuk mengelola informasi keuangan.
Oleh karena itu, kata Bambang, seorang akuntan harus dapat terus mengeksplorasi dan menekankan pentingnya etika dalam pekerjaan mereka. Sehingga, mereka bisa menghadapi tantangan yang cukup besar di era digital.
“Dengan pesatnya perkembangan teknologi, peran etika dalam akuntansi menjadi semakin penting,” tekan Bambang.
Akuntan harus hati-hati dalam mengelola data dan informasi keuangan
Bambang melanjutkan, untuk menjadi seorang akuntan, seseorang harus memenuhi berbagai persyaratan. Antara lain pendidikan formal, standar kualifikasi profesional, hingga standar perilaku.
Sehingga, ia menekankan bahwa di era yang serba digital ini, pekerja ini harus lebih berhati-hati dan bijaksana dalam mengelola data dan informasi keuangan. Penyalahgunaan data atau ketidakpatuhan terhadap etika dapat menimbulkan risiko hukum dan merusak reputasi perusahaan.
“Etika adalah pondasi utama yang setiap akuntan harus pegang. Tanpa etika, mereka akan kesulitan menjaga integritas dan kepercayaan publik,” tegas Bambang.
BACA JUGA: Terancam AI, Ini Cara Akuntan Bersaing dengan Teknologi yang Semakin Canggih
Selain untuk menjaga reputasi profesi, etika profesi juga dapat memastikan bahwa pengelolaan keuangan dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab.
Dengan begitu, penting bagi para akuntan untuk menjunjung tinggi etika dalam setiap aspek pekerjaan akuntansi di tengah arus transformasi digital yang terus berkembang. (*)
Editor: Farah Nazila





