SEMARANG, beritajateng.tv – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin masif. Banyak sektor yang mulai terancam oleh kehadiran AI. Tak terkecuali profesi akuntan.
Banyak pihak yang menganggap bahwa implementasi AI dalam bidang akuntansi lambat laun akan menggantikan seorang akuntan. Bahkan, Sri Mulyani beberapa tahun yang lalu meramalkan bahwa profesi akuntan terancam tergantikan oleh AI.
Di tahun 2024, kata dia, jasa penilaian, akuntansi maupun aktuaria akan digantikan oleh robot yang menggunakan sistem algoritma dalam menjalankan tugasnya.
Namun, Dosen dari Program Sarjana Akuntansi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Agung Prajanto memiliki pandangan yang berbeda.
Ia menilai, perkembangan AI justru mampu memberikan kontribusi yang cukup besar. Kontribusi itu khususnya dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas seorang akuntan.
Akan tetapi, penerapan AI tidak akan menggusur profesi akuntan. Sebaliknya, AI dapat mengubah cara kerja dari seorang akuntan.
“Melalui komputerisasi dan perkembangan kecerdasan buatan, saya melihat akan lebih mudah dalam hal berbagai hal. Di aantaranya dalam memeriksa, menganalisis, dan meringkas data dalam jumlah besar (big data) dengan cepat,” katanya saat beritajateng.tv temui, Senin, 4 Maret 2024.
Ia menyebut, perusahaan-perusahaan masih akan terus membutuhkan profesi seorang akuntan. Menurutnya, pada dunia akuntansi, AI pada dasarnya merupakan alat yang memiliki tujuan utama untuk menunjang produktivitas pekerjaan akuntan.
Sedangkan pada konteks perusahaan, AI memiliki fungsi untuk merampingkan alur proses bisnis.
“Penerapan AI di perusahaan tentunya membantu proses bisnis yang awalnya rumit menjadi lebih efektif dan efisien menggunakan perintah algoritma yang canggih,” tekannya.
Upgrade kemampuan agar dapat bersaing dengan AI
Lebih lanjut, Agung memandang era globalisasi akan menambah permintaan akan jasa akuntan profesional. Terlebih dalam hal kualitas informasi keuangan, profesi tersebut menjadi sangat penting guna pengambilan keputusan.





