SURABAYA, beritajateng.tv – Sosok Caroline Angelica atau CA baru-baru ini tengah menjadi sorotan publik. Hal ini tak lain karena kabar meninggalnya mahasiswi kedokteran Universitas Erlangga (Unair) itu yang mengenaskan.
Mahasiswi kedokteran Unair itu pertama kali ditemukan oleh seorang petugas keamanan di Sidoarjo pada Minggu, 6 November 2023. Korban meninggal dengan kondisi kepala terbungkus plastik putih.
Adapun CA ini merupakan mahasiswi Unair yang berasal dari Kediri. Ia berusia 21 tahun.
Atas kejadian ini, mahasiswi asal Unair itu dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Jatim di Surabaya untuk penindakan autopsi.
Hasil penindakan autopsi pun juga telah disebut oleh Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Unair (FKH Unair) mengungkapkan bahwa mahasiswinya meninggal bukan karena pembunuhan, tetapi bunuh diri.
Prof Dr Murni Lamid selaku Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Unair menyebut membenarkan bahwa Caroline Angelica (CA) merupakan salah satu mahasiswinya.
Ia mengaku kaget dan menangis tanpa henti begitu mengetahui kepergian CA.
”Sekarang, CA ini sedang menjalani program pendidikan dokter hewan yaitu program coasistensi dan sekarang akan memasuki pada divisi,” ungkap Murni.
”Saya menangis dari tadi itu karena ini berita yang mendadak. Kami merasa dengan adanya berita ini sangat terpukul sekali sehingga saya agak ndredeg ini,” ucap Murni Lamid.
Sosok Mahasiswi Unair CA di mata Dekan Unair
Tak hanya itu, Murni juga menyebut sosok CA ini adalah sosok yang baik hati.
Murni tak menyangka jika CA pergi untuk selama-lamanya dengan cara seperti itu.
Sebelumnya, Proses penyidikan kematian CA, salah seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) terus berlangsung. Berbagai barang-barang ditemukan Polresta Sidoarjo.
Kanit Reskrim Polsek Waru, AKP Ahmad Yani, mengonfirmasi penemuan dua surat wasiat tersebut yang korban tujukan kepada keluarganya.
“Tidak ada barang yang hilang, hp tas utuh tidak ada yang rusak di tempat kejadian,” ungkap Yani, Minggu, 5 November 2023.
Sementara itu, surat-surat tersebut korban tulis dalam bahasa Inggris.
Lebih lanjut, di dalam mobil milik CA, polisi menemukan beberapa barang pribadi milik korban. Antara lain, handphone dan kartu identitas diri.
Selain benda-benda itu, polisi juga menemukan tabung helium serta selang mengarah ke kantong plastik yang membungkus kepala korban serta sepucuk surat wasiat berbahasa Inggris.
”Ada handphone, dompet korban. Tabung helium juga. Surat tulisannya bahasa Inggris,” ujar Kanitreskrim Polsek Wary AKP Ahmad Yani.
BACA JUGA: 30 Mahasiswa Unair Bantu Pengobatan PMK di Blora
Surat yang CA tinggalkan, Yani katakan, berisikan rangkaian kata yang tertulis dalam Bahasa Inggris. Korban menujukan surat-surat tersebut untuk orang tua, sahabat, serta orang dekat korban.(*)




