Di babak akhir film, penonton akan berhadapan pada twist emosional ketika Jo menyadari bahwa pilihan-pilihannya selama ini telah membentuk versi Sore yang ia temui. Sore dengan segala luka dan cinta yang masih utuh.
Ending-nya tidak klise, justru menggetarkan, karena cinta tak selalu harus dimiliki untuk bisa menyelamatkan.
Sinematografi hangat dan scoring yang mendalam, film ini berhasil mengajak penonton merasakan kedalaman emosi karakter tanpa perlu berteriak. Sore adalah surat cinta tentang kemungkinan kedua dalam hidup, jika waktu memberi kesempatan. (*).





