BLORA, beritajateng.tv – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mulai ԁimanfaatkan sebagai salah satu tempat pemenuhan kebutuhan bahan baku dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora.
Mitra Dapur SPPG Ngawen 1 dan SPPG Ngawen 3, Febrian Candra, mengatakan pembelian kebutuhan dapur di KDMP ԁilakukan mengikuti anjuran Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurutnya, keberadaan KDMP memudahkan pihak dapur SPPG mendapatkan berbagai kebutuhan dengan harga yang relatif terjangkau.
“Selain lebih mudah mendapatkan kebutuhan, berbelanja di koperasi desa juga lebih praktis. Sebab, tidak perlu mengantre saat melakukan pembayaran,” ujar Febrian, Selasa, 11 Agustus 2026.
Salah satu KDMP yang menjadi tempat berbelanja adalah KDMP Gotputuk, Kecamatan Ngawen. Di koperasi tersebut, Febrian membeli sejumlah kebutuhan dapur, mulai dari beras premium, minyak goreng premium hingga sabun cuci.
BACA JUGA: Sambut HUT ke-81 RI, Polsek Ngawen Bagikan Bendera Merah Putih ke Warga Blora
Di Kecamatan Ngawen sendiri, saat ini terdapat empat KDMP yang telah beroperasi, yakni KDMP Gotputuk, KDMP Trembulrejo, KDMP Karangtengah, dan KDMP Semawur.
Febrian memastikan pembelian kebutuhan bahan baku dapur SPPG di koperasi desa akan terus ԁilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya sekali pembelian.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong keterlibatan koperasi desa dalam memenuhi kebutuhan program pemenuhan gizi sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat di tingkat desa.
Sementara itu, Wakil Manager KDMP Gotputuk, Lusiana Widyawati Candra, mengatakan aktivitas perdagangan di koperasinya mulai menunjukkan perkembangan positif.
BACA JUGA: 19 Anak Yatim di Ngawen Blora Dapat Bingkisan dari SPPG, Dikemas Buka Puasa Bersama
Saat ini, pihaknya masih menunggu pasokan sejumlah barang dari Agrinas. Menurut Lusiana, berbagai produk makanan ringan yang tersedia di KDMP Gotputuk bahkan habis terjual selama satu bulan terakhir.
Tingginya penjualan tersebut tidak lepas dari lokasi KDMP yang berada tidak jauh dari sejumlah lembaga pendidikan, seperti sekolah dasar, taman kanak-kanak, dan PAUD.





